Sabtu, 16 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Petani di Gorontalo Utara Dilatih Cara Produksi Benih Jagung

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Sabtu, 25 September 2021 | 08:05 AM Tag: ,
  Ilustrasi. Program detasseling salah satu langkah agar produksi jagung melimpah dan kini tengah diajarkan kepada petani di Gorontalo Utara. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Agar produksi jagung pelimpah, petani di Gorontalo Utara (Gorut) mulai dilatih untuk memproduksi benih. Ini dilakukan pemerintah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun).

Informasi yang berhasil dihimpun, langkah ini dilakukan mengingat tak banyak petani yang tahu bagaimana cara memproduksi benih jagung dalam jumlah yang banyak atau melimpah. Pihak Distanhorbun melatih petani melaksanakan program detasseling atau pembuangan bunga jantan dari pohon induk tanaman betina. 

Menurut Kepala Bidang Tanaman Pertanian Distanhorbun, Novikawati Sujito, program detasseling ini, merupakan program yang baru pertama kali diperkenalkan kepada petani di daerah itu. 

“Kita melaksanakannya dengan menyasar 20 hektar lahan pertanian warga yang berada di wilayah Kecamatan Sumalata Timur,” ungkap Novikawati Sujito. 

Ia menuturkan, ada dua varietas jagung yang dilaksanakan program detasseling tersebut, yakni Nasa 29 dan Jh 37 yang dikerjakan oleh dua kelompok tani yang ada di Sumalata Timur. Di mana, program detasseling ini berasal dari Kementerian Pertanian. 

“Dan di Provinsi Gorontalo yang terpilih mendapat program ini adalah Kabupaten Gorut, sehingga kami menyambut baik kabar tersebut,” kata Novikawati Sujito, belum lama ini. 

Nantinya, lanjut Novikawati Sujito, hasil produksi detasseling yang dilakukan oleh para petani akan dijual pada pihak ketiga atau perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. 

“Apalagi dari pihak perusahaan juga sudah datang langsung memantau para petani yang melakukan detasseling ini, dan alhamdulilah mereka mengatakan akan membeli produksi dari petani. Tentu ini membawa keuntungan bagi para petani,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 33 times, 1 visits today)

Komentar