Jumat, 15 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Petani di Paguat Diajari Buat Pupuk Organik

Oleh Fajriansyach , dalam Kab. Pohuwato , pada Rabu, 19 September 2018 | 11:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Para petani jagung di Pohuwato khususnya di Kelurahan Libuo Kecamatan Paguat diberi pelatihan dalam hal Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT). Pada kegiatan PPHT ini petani diajarkan cara pembuatan pupuk organik (pupuk kompos) yang dipandu langsung oleh Koordinator PHP Kabupaten Pohuwato Syadik Abdullah dan Samsul Alulu selaku PHP Kecamatan Paguat-Dengilo. Dan diawasi langsung oleh penanggung jawab wilayah Rony Dj Rahman.

BACA  Bupati Pohuwato Bersedia Jadi Orang Pertama Diberi Vaksin Covid-19

Kegiatan ini juga didukung oleh Kepala BPP Kecamatan Paguat dan penyuluh setempat. Dimana kedepan kegiatan yang sama juga akan dilaksanakan di Desa Molamahu Kecamatan Paguat dan Desa Karya baru Kecamatan Dengilo.

Ketua Kelompok tani Sinar Harapan I Jeri Mohammad sangat berterimakasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Karena melalui kegiatan tersebut petani difasilitasi mulai dari kegiatan pra tanam sampai panen.

BACA  Diperingati pada 25 Februari, HUT Pohuwato Diubah

“PPHT ini merupakan kegiatan kementerian pertanian yang diprogramkan melalui Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo dan dilaksankan oleh UPT Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (BPTP) Provinsi Gorontalo dialokasikan di wilayah pengamatan yang salah satunya dilaksanakan di kelurahan Libuo Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato tepatnya pada kelompok tani sinar harapan I. Disini para petani juga diajarkan cara pembuatan pupuk organik yang tentunya sangat bermanfaat bagi petani,” ujarnya.

BACA  SMS Menang, BerIMAN dan Ibo-Misyu Tolak Hasil Pleno KPU

Sementara itu Kepala IP3 OPT Marisa Herman Syariat,SP menyampaikan bahwa Kegiatan PPHT dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam hal pengelolaan sistem budidaya tanaman jagung

“Selain itu disini juga disertai dengan pelatihan mengenai pengelolaan OPT ditingkat lapangan yang pada akhirnya akan berdampak pada produksi petani. Harapan kegiatan ini pula dapat memberi dampak pada kemandirian petani itu sendiri,” pungkasnya. (mg01/gp/hg)


Komentar