Jumat, 19 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Petani Rica Tak Takut Ada Operasi Pasar

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi , pada Selasa, 21 Februari 2017 | 10:11 Tag: , ,
  

GORONTALO-GP -hargo.co.id- Tingginya harga cabe rawit atau rica di pasar-pasar tradisional di Gorontalo secara tidak langsung diakui turut menambah pendapatan petani rica lokal. Saat ini harga rica di tingkat pedagang mencapai Rp 100 Ribu per Kg, dimana sebelumnya di tingkat petani berkisar Rp 66 Ribu hingga Rp 72 Ribu per Kg, meski ada yang menjual dibawah harga itu.

Sejumlah petani rica lokal pun mengaku sejauh ini meraup pemasukan yang tidak sedikit. Olehnya, mereka mengaku tidak begitu terganggu dengan wacana operasi pasar yang akan dilakukan pemerintah. Akan tetapi, mereka malah berharap agar dapat diberi kesempatan untuk menikmati keuntungan sebagai “balas dendam” dari anjloknya harga rica akhir tahun lalu.

Seperti yang dikatakan Arman Detu, salah seorang petani rica di wilayah Kecamatan Boliyohuto. Menurutnya, saat ini produksi rica sudah mulai menurun karena banyak tanamannya sudah melewati usia produktif. Namun untuk saat ini, sekali dipanen selang dua hari, Arman meraup pendapatan berkisar Rp 900 Ribu hingga Rp 1 Juta, untuk sekitar 15 Kg rica. “Sekarang lumayan daripada harga lalu (jelang akhir 2016,red).

Ini balas dendam,” ungkapnya. Di pasar tradisional Boliyohuto sendiri, cabe rawit bahkan dijual hingga Rp 110 Ribu per Kg saking mahalnya. Kata Arman, petani bisa mendapatkan keuntungan lebih jika turun langsung menjual sendiri hasil panennya, “Selama ini ‘kan ada yang mengambil (pengumpul,red). Biasa dorang-lah yang suka tekan-tekan (harga,red),” ungkap Arman.

Senada dengan itu, Wahyu petani hortikultura lainnya mengatakan, dia sudah memprediksi harga cabe rawit pasti naik seiring dengan perubahan musim. Meski demikian, Wahyu masih mendapatkan hasil panen sekitar 8 Kg sampai 10 Kg dimana usia produktif tanamannya sudah lewat.

Dengan pendapatan yang kian menurun, Wahyu berharap agar pemerintah bisa memberikan kesempatan kepada petani untuk meraup keuntungan yang tinggi. “Biasa harganya naik-naik begini bisa 2 tahun sekali. Jadi, kalau dirata-rata pendapatan kita seimbang. Jadi, kalau bisa kasih kesempatan dulu (dapat untung,red),” ungkapnya.(axl/hg)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar