Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Petani Tomat Merugi, Biaya Budidaya Cukup Tinggi

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Selasa, 4 Oktober 2016 | 15:14 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Para petani di Gorontalo harus menanggung kerugian yang cukup besar. Pasalnya, turunnya harga tomat di pasaran menyebabkan pendapatan para petani tak sebanding dengan pengeluaran.

Asumsinya, dalam mengolah 1 hektar lahan, petani tomat membutuhkan dana sebesar Rp 16 juta lebihl, masing-masing untuk bajak lahan

Rp 1 juta, pembuatan bedengan Rp 1,2 juta, bibit tomat 8 bungkus Rp 1,4 juta, tas plastik pembibitan Rp 40 ribu, bak pembibitan sebanyak 80 bak Rp 400 ribu,

BACA  Jaga Imunitas, Ini 4 Asupan Penting untuk Tubuh Tetap Kuat

patok bambu 12 ribu ujung Rp 2,7 juta, tenaga kerja masa tanam sebanyak 40 orang dengan total upah Rp 2 juta, obat hama 4 liter Rp 500 ribu, pupuk 400 kg Rp 920 ribu, tenaga kerja untuk pemupukan 20 orang Rp 1 juta,

BACA  Jaga Imunitas, Ini 4 Asupan Penting untuk Tubuh Tetap Kuat

tenaga kerja untuk pematokan bambu dan mengikat tomat sebanyak 10 orang Rp 500 ribu. Setelah pematokan bambu,

selanjutnya petani tomat melakukan penyemprotan (obat daun, obat buah dan obat hama yang dicampur) setiap minggu sebanyak 3 kali sejak masa pembuahan hingga akhir panen dengan biaya Rp 3,9 juta.

BACA  Jaga Imunitas, Ini 4 Asupan Penting untuk Tubuh Tetap Kuat

Untuk pengairan menggunakan mesin penyedot air menghabiskan 10 liter bensin/premium.  Dalam sepekan, petani harus mengeluarkan dana untuk premium sebesar Rp 80 ribu (harga eceran Rp 8 ribu per liter) atau hingga akhir panen (8 minggu) mencapai Rp 640 ribu.

Laman: 1 2


Komentar