Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Peternak Sapi Terbelit Permainan Pengusaha

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 1 September 2016 | 14:57 PM Tag: ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Permintaan hewan ternak sapi untuk kebutuhan hari raya kurban dilaporkan mencapai angka tertinggi dalam transkasi ternak. Bahkan, angka penjualan dari peternak disebutkan meningkat signifikan dibanding penjualan yang sama tahun-tahun sebelumnya.

Sayang, momentum tingginya permintaan ternak sapi itu tak sepenuhnya dinikmati peternak. Alih-alih untung, ternak sapi para peternak malah sering hanya dibeli murah. Para peternak tak berdaya harga ternaknya dipermaikan semacam kartel ternak, melibatkan antara pengusaha dan blante ternak.

Kartel ini sendiri adalah bentuk persekongkolan dari beberapa pihak yang bertujuan untuk mengendalikan harga dan distribusi suatu barang untuk kepentingan (keuntungan) mereka sendiri.
“Sering kali kalau pengambilan dari peternak harganya jauh di bawah harga pasaran ternak.

Apalagi, dibanding harga jual daging di pasaran yang nilai mencapai Rp 130 ribu per kilogram,” kata Sugeng, peternak sapi asal Kelurahan Hutuo, Limboto, kemarin.

Sugeng mengaku para peternak seperti mereka sering tak berdaya dan terpaksa menjual ternaknya ke blante karena tak ada pilihan lain. Kondisi itu utamanya dilakukan kalau dijual di pasar Ternak. “Sering kali tawaran harga blante sudah itu yang jadi harga akhir. Dan ini berlaku untuk semua tawaran, persis seperti sudah ada kesepakatan dari para blante,” tambah Sugeng.

Pria paroh baya asal Jateng ini pun meminta ada pengawasan dari pemerintah untuk mencegah para peternak tidak terus-terus menjadi korban, terbelit permainan kartel ternak. Di tempat terpisah, Beny, pengusaha ternak sapi mengatakan ada kenaikan permintaan ternak sapi secara signifikan. Presentasinya pun cukup tinggi.

“Ada kenaikan sekitar 10-15 persen dibanding penjualan tahun 2015 lalu. Angka ini merujuk pada data tahun-tahun sebelumnya dimana permintaannya hanya lokal,” kata Beny, salah seorang pengusaha ternak kala menurunkan ternak sapi dari mobil, di Limboto, kemarin.(dix/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar