Rabu, 14 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Petugas Pasar Dapat Pelatihan Uji Bahan Makanan Berbahaya Dari BPOM Gorontalo

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Senin, 29 Maret 2021 | 12:05 WITA Tag: ,
  Kepala BPOM Gorontalo Agus Yudi Prayudana menyerahkan alat rapid tes uji cepat makanan kepada petugas pasar, Kamis (25/03/2021). (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Petugas pasar Dinas Perindag, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan serta Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan, menjalani pelatihan cara pengambilan sampel dan menguji menggunakan alat rapid tes kit formalin, boraks, rhodamine B dan methanil yellow, yang digelar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo.

“Pelatihannya kami gelar Kamis pekan kemarin. Harapannya petugas pasar selaku instansi teknis bisa membantu BPOM memeriksa jika ada makanan yang dijual mengandung bahan berbahaya. Jadi ini semacam program sinergitas BPOM Gorontalo dengan kabupaten dan kota,” kata Kepala BPOM Gorontalo Agus Yudi Prayudana di kantornya, Senin (29/3/2021).

BACA  Kerja Sama Pengembangan SDM Pemprov Gorontalo Dengan ATMI Solo Diperpanjang

Selain petugas pasar, pelatihan juga diikuti oleh pegawai Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo serta Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan. Instansi teknis tersebut diharapkan bisa melakukan deteksi dini distribusi dan penjualan makanan yang mengandung bahan berbahaya.

BACA  Gelar Penguatan KIM, Ini Harapan Dinas Kominfo Provinsi Gorontalo

“Jadi kita berharap pengawasan keamanan pangan tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi butuh sinergitas lintas sektor. Rantai pangan ini cukup kompleks mulai dari farm atau budidaya hingga plate atau siap konsumsi,” imbuhnya.

Pelatihan cepat ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pasar Aman Berbasis Komunitas yang diinisiasi oleh BPOM Gorontalo dan menjadi program prioritas nasional. Selain melatih petugas lapangan, dilakukan juga pembagian alat rapid tes kit bahan berbahaya yang diserahkan oleh Agus Yudi Prayudana.

BACA  Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Gorontalo Resmi Diluncurkan

Peralatan uji cepat diberikan agar petugas lapangan bisa langsung turun ke pasar-pasar dan pusat perbelanjaan untuk deteksi dini makanan mengandung bahan berbahaya. Terlebih tinggal dua pekan lagi pelaksanaan bulan suci Ramadan 1442 Hijriyah.(zul/adv/hargo)


Komentar