Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



PHK Meningkat, Pengajuan Klaim Jaminan Hari Tua Capai Rp 26 Miliar

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Ekonomi , pada Sabtu, 11 Juli 2020 | 13:05 WITA Tag:
  Ilustrasi. PHK meningkat, pengajuan klaim JHT capai Rp 26 miliar


Hargo.co.id, GORONTALO – Pandemi Covid-19 yang merebak secara global memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian. Hampir di semua sektor baik, sektor pariwisata, penerbangan, perhotelan, restoran, ritel terkena dampak dari wabah yang belum bisa diprediksi kapan berakhirnya.

Hal ini tentu saja akan berimbas pada nasib para pekerja. Pengusaha juga sepertinya tidak punya pilihan lain dalam menekan biaya operasional yang besar. Walhasil, pemutusan hubungan kerja (PHK) pun diberlakukan.

Dampak pandemi Covid-19 ini juga menjadikan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ke II tahun 2020 hanya dikisaran minus 3,8 persen.

Data Kemenaker RI 2 Juni 2020 kasus PHK mencapai 3,05 juta. Sedangkan data BPJS Ketenagakerjaan dari bulan Maret sd Mei 2020 jumlah peserta non aktif mencapai 1,73 juta.

BACA  Peringatan HAN Jadi Momentum Perlindungan Hak Anak

Angka-angka ini jelas memunculkan tren kasus pengajuan klaim jaminan hari tua (JHT).Jumlah pengajuan klaim JHT mencapai 1,15 juta kasus atau meningkat 10 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp 14,35 Triliun atau meningkat 16 persen (yoy). Jika dilihat dari pengajuan klaim sepanjang bulan Juni 2020, terjadi lonjakan sebesar 131 persen atau sebanyak 287,5 ribu dengan nominal Rp 3,51 Triliun, dimana jumlah tersebut meningkat 129 persen, lebih besar dibanding pengajuan klaim JHT sepanjang bulan Juni tahun 2019 yaitu sebanyak 124,5 ribu pengajuan klaim JHT.

BACA  Ini Respon DPRD Saat Gorut Jadi Binaan Kejaksaan

Khusus di Provinsi Gorontalo sendiri, jumlah pengajuan klaim JHT yang dilakukan oleh pekerja yang terdampak PHK  dari rentang bulan Januari hingga Juni 2020 mencapai Rp 26 miliar yang sudah dibayarkan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan kantor cabang Gorontalo Teguh Setiawan mengatakan, pihaknya sendiri saat ini menyediakan Lapak Asik atau layanan tanpa kontak fisik dengan mengedepankan protokol kesehatan dengan mekanisme One To Many yang dapat di gunakan oleh peserta dalam melakukan klaim JHT.

“Kami akan terus melakukan pelayanan yang terbaik bagi seluruh peserta yang mengajukan klaim dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan pegawai dan stakeholder serta upaya meminimalisir dan menghentikan penularan Covid-19. Mengingat sebelumnya pelayanan selalu dilakukan secara tatap muka atau kontak layanan fisik secara langsung,” kata Teguh Setiawan.

BACA  1.600 KPM di Bone Bolango Dapat Bantuan Bahan Pokok

BPJS Ketenagakerjaan juga mengkonfirmasi terjadinya peningkatan jumlah peserta yang mendapat pelayanan. Jika sebelumnya pada masa normal jumlah peserta yang dilayani sebanyak 8 ribu orang. Sedangkan di era new normal pekerja yang dilayani rata-rata mencapai 15 ribu orang. Bahkan pada 2 Juli sempat mencapai lebih dari 16.800 orang perhari di seluruh Indonesia. (lyd/adv/hg)


Komentar