Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pibup Gorut! Kalau Tak Didukung PAN, Roni Imran Harus Amankan Hanura-PPP

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Sabtu, 15 Juli 2017 | 12:41 Tag: , , , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Meski menjadi satu-satunya kader PAN yang menonjol dalam bursa penggadangan calon bupati Gorut 2018 mendatang, Wakil Bupati Gorut Roni Imran sepertinya tidak boleh banyak berharap untuk bisa diusung PAN.

Pasalnya, realitas politik sejak penggadangan calon bupati-wakil bupati bergulir beberapa bulan lalu hingga sekarang menunjukkan, pengurus PAN yang masuk dalam struktur baik ditingkat DPD maupun DPW menunjukkan ‘sikap dingin’ terhadap rencana Roni Imran untuk maju bertarung pada pemilihan bupati-wakil bupati (Pilbup) Gorut. Kalaupun ada suara dukungan yang muncul ke permukaan dari kader PAN tentu merupakan loyalis dan pendukung Roni Imran.

Sehingga tak heran situasi ini mulai memunculkan kekhawatiran Roni Imran tidak akan mulus untuk mendapatkan rekomendasi PAN di Pilbup. Gelagat-gelagat itu mulai terlihat. Setelah terpilih menjadi Ketua DPD PAN saat musda Gorut beberapa waktu lalu, sampai sekarang Roni Imran belum juga dilantik. Padahal pengurus PAN di beberapa kabupaten-kota yang jarak pelaksanaan Musdanya tidak terpaut jauh dengan Musda Gorut justru sudah dilantik. Misalnya, DPD PAN Kota dan DPD PAN Kabupaten Gorontalo.

Ketidakpastian pelantikan Roni Imran makin jelas seiring keputusan DPP PAN menerbitkan surat dengan nomor PAN/29/A/Kpts/Ph K-S/014/V/2017 tentang pengesahan pengurus DPD PAN Gorut periode 2015-2017 yang diketuai oleh Lukman Botutihe.

Padahal posisi Ketua PAN Gorut sangat strategis bagi Roni Imran sebagai nilai tambah untuk penerbitan rekomendasi partai di Pilkada. Dengan menduduki posisi Ketua DPD, Roni Imran tentu akan punya benefit politik saat partai menjalankan tradisi penjaringan calon. Artinya posisi ketua DPD sebagai ikon partai akan menjadi pertimbangan DPP dalam menerbitkan rekomendasi dukungan di Pilkada. Apalagi Roni Imran sekarang ini disebut-sebut sebagai calon yang diunggulkan untuk posisi calon papan satu.

Dengan situasi ini, mau tidak mau Roni Imran harus menyiapkan langkah antisipasi seandainya tak mendapatkan rekomendasi PAN. Ada dua pilihan bagi Roni Imran untuk tetap bisa melenggang ke pentas pilkada. Pertama, maju lewat calon perseorangan. Tapi ini akan membutuhkan waktu untuk konsolidasi penggalangan dukungan KTP. Sementara tahapan Pilkada sudah makin dekat.

Pilihan kedua adalah tetap maju lewat jalur partai politik tapi harus menggalangan dukungan partai lain. Mencermati arah koalisi partai-partai di DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, pilihan Roni Imran tinggal terbatas pada dua partai yaitu Hanura dan PPP. Karena Golkar sudah memiliki jagoan yaitu Thomas Mopili sebagai Ketua Partai.

Sementara partai-partai lain seperti PDIP, PKS, Gerindra dan Demokrat, cenderung mengarahkan dukungan ke Bupati Gorut Indra Yasin yang masih ingin maju di Pilbup Gorut. Ini bisa dimaklumi karena belakangan ini Indra Yasin aktif melakukan gerilya politik untuk menggalang dukungan dari partai-partai tersebut.

Walau pilihan tinggal terbatas kepada Hanura dan PPP, bukan berarti mendapatkan dukungan ke Pilkada menjadi mustahil bagi Roni Imran. Pasalnya pimpinan dua partai itu sudah mengisyartkan untuk memberikan dukungan kepada Roni Imran. Ketua DPD Hanura Provinsi sebelumnya pernah memberikan pernyataan tersebut. Begitu juga saat Nelson Pomalingo yang disebut-sebut bakal menjadi Ketua DPW PPP Gorontalo juga dengan tegas mendukung Roni Imran.

Hal itu diungkapkan Nelson saat bersama pengurus PPP bertemu Roni Imran, Jumat (7/7). Pada kesempatan itu, Nelson bahkan mengajukan dua nama bakal Calon Wakil Bupati yang dinilainya tepat mendampingi Roni.

“Roni Imran adalah mantan mahasiswa saya. Jadi saya sudah tahu betul kapasitas, kapabilitas ataupun tingkat kecerdasan Roni sebagai salah satu modal penting menjadi Bupati Gorontalo Utara,” ujar Nelson Pomalingo yang pernah menjadi rektor Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Muhamadiyah Gorontalo.

Senada dengan Nelson, fungsionaris DPP PPP Muhalim Litti pun memberikan dukungan yang sama. “Pak Roni figur yang baik dan layak, namun PPP masih akan melakukan konsolidasi partai dari tingkat bawah serta melakukan survei yang nantinya akan disampaikan ke DPP untuk nantinya disimpulkan calon yang akan diusung pada Pilkada Gorut,” ujarnya.

Sinyal dukungan Hanura dan PPP ini mau tidak mau harus bisa dioptimalkan oleh Roni Imran. Tak ada pilihan selain harus segera menjadikan pernyataan lisan pengurus dua partai itu menjadi dukungan otentik dalam bentuk surat rekomendasi dari DPP Hanura dan PPP. Sehingga Roni Imran bisa melenggang dengan leluasa ke pentas Pilbup Gorut 2018 yang tahapannya akan mulai bergulir Agustus nanti. (rmb/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar