Kamis, 7 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pihak PLTU Tomilito Jamin TKA Bebas Wabah Pneumonia

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Advertorial Kab. Gorontalo Utara Legislatif , pada Sabtu, 25 Januari 2020 | 18:05 Tag: ,
  Humas SEPC, Suwarno bersama Humas GLP Ramlan Mojo saat memberikan keterangannya dihadapan para awak media terkait dengan wabah pneumonia dan kondisi TKA, Kamis (23/01/2020). (Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pihak PLTU Tomilito, Gorontalo Utara (Gorut) jamin jika Tenaga Kerja Asing (TKA) yang dipekerjakan tidak mengidap atau membawa wabah Pneumonia yang disebabkan oleh virus korona. Ini disampaikan Humas SEPC, Suwarno yang juga didampingi oleh Humas GLP Ramlan Mojo, saat dimintai tanggapannya, Kamis (23/01/2020).

Tanggapan yang disampaikan tersebut seiring dengan harapan yang disampaikan oleh Ketua DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Djafar Ismail  terkait dengan sikap pemerintah daerah yang harus selalu siap siaga untuk merespon penyebaran virus yang berasal dari China tersebut. Apalagi saat ini di Gorut ada TKA yang berasal dari negeri tersebut.

“Saat ini, jumlah TKA yang dipekerjakan hampir 200 orang, dan saat ini sekitar 60 persen mudik. Sisanya hanya sekitar 40 persen, dan kami telah melakukan pemeriksaan administrasi kependudukan mereka, dari jumlah tersebut tidak ada satupun yang berasal dari Provinsi Wuhan yang merupakan tempat asal wabah Pneumonia ini muncul,” jelas manajemen PLTU Tomilito.

Selain itu juga kata Suwarno, pihaknya sudah 3 hari belakangan ini intens berkomunikasi dengan pihak terkait lainnya mulai dari pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten.

“Termasuk informasi langsung dari China melalui TKA yang saat ini tengah berada disana untuk mudik merayakan Tahun Baru China, dan mereka menegaskan bahwa tidak mudah saat ini untuk keluar masuk negeri China, karena harus melalui proses seleksi yang ketat dan nanti dinyatakan sehat baru diizinkan untuk keluar negeri, termasuk para TKA tersebut,” tegasnya.

Untuk masuk ke Indonesia juga saat ini juga harus benar-benar melalui proses yang ketat baik melalui bandara maupun pelabuhan.

“Namun demikian kami dari pihak perusahaan terbuka apabila dari pemerintah baik provinsi maupun Kabupaten Gorut datang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para TKA tersebut,” ujar Suwarno.

Di perusahaan sendiri juga kami memiliki klinik kesehatan mandiri yang dokternya juga standby 1 x 24 jam dan juga dilengkapi dengan ambulance 1 unit.  Di sisi lain, Ramlan Mojo menegaskan juga bahwa pihaknya tetap melakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak terkait lainnya dalam rangka menanggapi wabah pneumonia ini. (abk/adv/hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar