Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pilbup Gorut! Lima Parpol Gagas Koalisi Akbar, Minus PAN-Golkar

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 11 Juli 2017 | 12:45 WITA Tag: , , ,
  


GORUT Hargo.co.id – Arah koalisi partai politik (Parpol) untuk kepentingan pemilihan bupati-wakil bupati (Pilbup) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) mulai terbaca. Ini seiring langkah lima partai yang memiliki kursi di DPRD Gorut menggagas koalisi akbar (besar) minus Golkar dan PAN. Kelima partai tersebut yaitu PDIP, PPP, PKS, Gerindra dan Demokrat.

Lima partai ini memang perlu membangun koalisi karena perolehan kursi di legislatif, berada di bawah 20 persen yang menjadi syarat minimal parpol atau gabungan parpol untuk mengusung calon. Bila jumlah kursi di DPRD Gorut berjumlah 25 kursi maka minimal parpol atau gabungan parpol harus memiliki lima kursi untuk bisa mengusung calon.

Tapi dengan berkoalisi, lima partai ini memiliki modal kursi berlimpah yaitu 12 kursi. Bersumber dari PDIP dan PPP masing-masing memiliki tiga kursi dan Demokrat, PKS dan Gerindra masing-masing mempunyai dua kursi.

Dengan terbangunnya poros koalisi ini menjadikan Pilbup Gorut potensial untuk menampilkan tiga pasangan calon dari partai politik. Karena Golkar dan PAN yang masing-masing memiliki lima kursi memungkinkan untuk mengusung satu pasangan calon.

Ketua DPC PDI Perjuangan Djafar Ismail, saat konferensi pers kemarin (10/7) mengatakan, pihaknya mengapresiasi adanya gagasan koalisi akbar lintas Parpol. Terlebih, semua partai yang tergabung dalam koalisi ini yakni Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Gerindra, PKS dan PPP punya pandangan yang sama terhadap dua hal yaitu ingin melahirkan pemimpin bagi rakyat dan kedua ingin menyampaikan dukungan terhadap calon yang memiliki peluang menang di Pilkada. “Siapa figur yang akan diusung, itu kita sambil melakukan pengkajian melalui mekanisme di internal partai masing-masing. Gagasan koalisi ini tujuannya satu mencari figur terbaik.

BACA  Ketambahan 30 Orang, Jumlah Kasus Covid-19 di Gorontalo Jadi 316 Pasien

Calon pemimpin bukan calon penguasa,” tegas Djafar, seraya mengatakan pihaknya akan mengkomunikasikan lagi dengan partai lain yang belum masuk dalam gerbong ini.  Senada dikatakan Ketua DPD PKS Gorut, Gustam Ismail. Menurutnya, pihaknya menyambut baik koalisi akbar lintas Parpol tersebut.

Pasalnya, PKS sudah dari awal melakukan komunikasi politik dengan partai lain untuk menyatukan pandangan menghadapi Pilkada 2018 mendatang. “Kami memiliki visi yang sama dan tujuan yang sama. Tentu akan berpihak kepada siapa tokoh yang benar-benar memiliki komitmen untuk membangun Gorut dan menjaga solidaritas partai pengusung,” kata Gustam.

Kesiapan koalisi juga disampaikan Wakil Ketua DPD Gerindra Provinsi Gorontalo Suwitno Lasimpala. Menurutnya, Gerindra siap berkoalisi dengan koalisi akbar yang tengah digagas tersebut. Sama halnya dikatakan Ketua DPC PPP Gorut Ami Miton. Partainya siap bergabung dengan koalisi akbar selama itu untuk kemajuan daerah dan kepentingan rakyat.

BACA  Warga Terdampak Banjir Dukung Pembuatan Tanggul Darurat

Terakhir, Ketua DPC Partai Demokrat Gorut, Thamrin Mangindaan menambahkan, gagasan membentuk koalisi akbar ini adalah bagian gabungan Paprol untuk membangun komunikasi, menjadikan salah satu alat angkut untuk Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati. ”Armada ini sudah sandar, tinggal melihat keinginan rakyat siapa yang akan menjadi nahkoda. Ini baru tahap gagasan akan membentuk koalisi, masih dimusyawarahkan lebih lanjut,”tukasnya.

Bagi Thamrin, alat angkut dimaksud bisa saja digunakan oleh figur manapun selama memiliki komitmen besar untuk membangun daerah dan mensejahterakan rakyat. Sehingga, koalisi ini masih akan melakukan pertemuan lanjutan membahas lebih lanjut untuk penguatan koalisi serta figur yang akan diusung nanti. “Terbuka untuk semua figur. Kita harap koalisi ini benar-benar terwujud di Pilkada, kami akan tindaklanjut lewat pertemuan-pertemuan,” tegas Thamrin.

Sementara itu, sejumlah spekulasi mulai bermunculan dengan adanya gagasan koalisi akbar tersebut. Disebut-sebut, koalisi akbar ini berafiliasi kepada Indra Yasin. Pasalnya, Indra sebelumnya telah melakukan safari politik ke partai-partai tersebut.

Secara terpisah, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Gorut, Lukman Botutihe, menegaskan, dalam menentukan figur yang akan diusung di Pilkada nanti, PAN tidak mematok mahar. Hal penting yang dilihat adalah bagaimana komitmen figur yang diusung itu untuk dapat mengemban amanah dengan baik untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat serta punya komitmen untuk membesarkan partai yang mengusungnya. “Kita mengusung tanpa mahar,” jelasnya.

BACA  Tanggul, Pengerukan Delta dan Waduk Bone Ulu, Solusi Atasi Banjir

Lukman juga menegaskan, PAN dengan lima kursi di parlemen dapat mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati. Meski tidak melakukan koalisi dengan partai lainnya. “Kami dapat mengusung calon. PAN tidak perlu kasak-kusuk mencari koalisi, tapi kalau ada koalisi dengan teman-teman partai lain, kita terbuka, apalagi untuk kepentingan masyarakat dan daerah,” tegas Lukman.

Dengan telah menjadi pengurus definitif sebagaimana SK Dewan Pengurus Pusat (DPP) PAN yang ditandatangani Ketua Umum Zulkifli Hasan dengan nomor surat PAN/29/A/Kpts/Ph K-S/014/V/2017 tentang pengesahan pengurus DPD PAN Gorut periode 2015-2017, menurut Lukman, pihaknya akan mempersiapkan diri untuk menghadapi Pilkada dan Pilcaleg serta melakukan pembenahan di internal partai.

Untuk Pilkada Gorut 2018, PAN membuka diri untuk semua figur, baik kader maupun non kader dengan melihat hasil survey. “Secara internal, nanti akan ada penyegaran. Ini segera kami lakukan. Kita akan lebih memaksimalkan kinerja mesin partai,” pungkasnya. (idm/hargo)


Komentar