Jumat, 7 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pilbup Gorut! Tak Ada Kejutan, Wajah Lama Masih Mendominasi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 13 Juli 2017 | 11:34 WITA Tag: , , , , ,
  


GORUT Hargo.co.id – Pemilihan kepala daerah Gorontalo Utara (Gorut) 2018 mendatang dinilai tidak akan menampilkan banyak kejutan. Wajah – wajah lama diprediksi masih akan mendominasi sebagai kandidat calon bupati dan wakil bupati.

Hingga akan dimulainya tahapan pilkada pada Agustus mendatang, hanya ada tiga calon papan satu yang menonjol dan semuanya merupakan wajah lama. Yaitu Bupati Gorut Indra Yasin, Wakil Bupati Roni Imran dan Ketua DPD II Golkar Gorut Thomas Mopili.

Figur-figur baru yang mencuat dalam bursa calon, belum bisa menandingi popularitas para pemain lama. Sehingga cenderung diproyeksikan untuk posisi calon papan dua. Disaat yang sama, parpol-parpol condong mengidolakan pemain lama untuk diusung sebagai calon bupati.

Disebut pemain lama, karena tiga figur calon papan satu yaitu Indra Yasin, Roni Imran dan Thomas Mopili sudah pernah tampil di pentas suksesi. Indra Yasin tercatat sudah dua kali ikut Pilkada Gorut.

Pertama pada 2008 yang mencalonkan diri sebagai wakil bupati dan berpasangan dengan Rusli Habibie dan keluar sebagai pemenang. Lima tahun berikutnya yaitu pada Pilkada 2013, Indra Yasin maju calon bupati berpasangan dengan Roni Imran dan kembali menjadi pemenang, mengalahkan Thomas Mopili yang mencalonkan diri sebagai bupati dan berpasangan dengan Risjon Sunge. Bila tahun depan, Indra Yasin tetap tampil di pentas suksesi maka dia tercatat tiga kali ikut pilkada. Sementara Roni Imran dan Thomas Mopili dua kali ikut Pilkada.

Karena diisi pemain lama, maka skema pertarungan pilkada Gorut 2018 nanti kemungkinan besar tidak akan banyak berubah dari Pilkada lima tahun silam. Masing-masing kandidat sudah mengetahui kelebihan dan keunggulan dari lawan politik.

BACA  Antisipasi Penolakan TKA di Gorut, Forkopimda Segera Bentuk Tim Sosialisasi

Walau ibaratnya menjadi pertarungan klasik, bukan berarti Pilkada Gorut tidak akan berlangsung sengit. Pertarungan akan tetap seru karena masing-masing kandidat sudah mulai menyiapkan strategi jitu. Seperti menyiapkan kendaraan politik dan calon pasangan yang efektif untuk mendulang simpati rakyat.

Saat ini sudah terbangun tiga gerbong yang akan ikut bertarung di Pilkada 2018 mendatang. Gerbong pertama adalah koalisi 4 partai politik yang dimotori PDI Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra dan Partai Demokrat.

Koalisi ini disebut-sebut sudah tahap finalisasi untuk mengusung Indra Yasin dan Thariq Modanggu. Pekan lalu, Indra telah menemui pimpinan-pimpinan ke empat partai politik tersebut dan mendapat dukungan. Hingga saat ini komunikasi ke empat partai tersebut intens dilakukan untuk membahas strategi pemenangan Indra Yasin-Thariq Modanggu. Untuk mendongkrak power politik, ke empat partai tersebut juga terus membuka komunikasi dengan partai lainnya untuk membangun sebuah koalisi besar.

Meski demikian, sejumlah pimpinan parpol dalam koalisi ini masih enggan memberikan komentar terkait arah dukungan. Ketua Partai Demokrat Gorut Thamrin Mangindaan ketika ditanya soal arah dukungan koalisi ini menjawab diplomatis. Figur yang diusung adalah figur yang benar-benar punya komitmen besar dalam membangun daerah. Begitu juga dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Djafar Ismail, partainya hanya akan mengusung calon pemimpin bukan calon penguasa. “Siapa yang dikehendaki rakyat, itu yang kami usung,” tegas Djafar.

BACA  Beringin Pohuwato Tak ‘Pede’ Tanpa Syarif Mbuinga

Begitu pula PKS dan Gerindra. Indra Yasin telah menemui pimpinan partai dan disambut positif. Namun sesuai pantauan, saat ini PKS dan Gerindra lebih pada ketokohan Thariq Modanggu untuk dipasangkan dengan Indra Yasin. PKS Gorut misalnya, intens turun ke lapangan mendampingi kegiatan Thariq utamanya di basis-basis PKS seperti Ponelo Kepulauan maupun Sumalata. Sementara Gerindra, karena adanya kedekatan emosial antara Thariq dengan Ketua DPW El Nino. Tentu dengan komposisi koalisi 4 Parpol ini, kekuatan Indra-Thariq sangat kuat. Selain ditopang dengan ketokohan figur, juga ditunjang dengan partai yang cukup produktif.

Gerbong kedua yang telah terbangun yakni koalisi yang bakal mendukung Roni Imran. Sejauh ini ada dua nama yang mengerucut akan menjadi pendamping Roni di Pilkada nanti, yakni Weni Liputo dan Adrian Lahay. Dua partai secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Roni di Pilkada mendatang, yakni Ketua Hanura Adhan Dambea dan Ketua PPP Provinsi Gorontalo Nelson Pomalingo.

Disamping itu, sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN), Roni juga memiliki peluang besar untuk mendapat dukungan partai besutan Zulkifli Hasan tersebut. Mengingat kedekatan Roni dengan pengurus di tingkat pusat amat kental, meski di daerah masih terjadi konflik internal. Ketua DPD PAN Gorut Lukman Botutihe ketika diwawancarai Gorontalo Post (grup hargo.co.id) mengatakan, pihaknya segera membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati dan itu terbuka untuk semua figur.

BACA  Usai Konsumsi Miras, Seorang Pria di Bone Bolango Bacok Kerabatnya

Terbangun wacana, dua nama pendamping mengerucut bakal menjadi pendamping Roni Imran di Pilkada. Pertama, Weni Liputo dan Adrian Lahay. Kedua figur putra daerah ini memiliki kans untuk mendampingi Roni. Disebut-sebut akan ada kekuatan super besar yang mendukung Roni jika menggandeng salah satu dari kedua tokoh tersebut.

Terakhir adalah gerbong Golkar. Dengan modal lima kursi di parlemen, Golkar dapat mengusung calon. Ketua DPD II Golkar Gorut Thomas Mopili saat ini terus digadang dan intens turun melakukan pendekatan kepada masyarakat. Meski hanya pemain tunggal, namun kubu ini memiliki kekuatan yang super besar, mengingat Gubernur Gorontalo merupakan kader Golkar dan pernah menjabat Bupati Gorut.

Hal mustahil, Rusli Habibie tidak bisa memenangKan kadernya di Gorut. Terlebih, jika Rusli mampu mempertahankan suara yang diperolehnya di Gorut saat Pilgub lalu kepada kadernya yang maju di Pilkada mendatang.

Berhembus dua nama yang bakal menjadi pendamping Thomas. Ada nama Idah Sahidah Rusli Habibie dan Oscar Paudi. Sekertaris DPD II Golkar Gorut Ronal Adam mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan akhir. Pihaknya masih melakukan penjaringan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati dalam waktu dekat.

Proses lobi politik elit Gorut hingga saat ini terus berjalan. Yang pasti, Pilkada nanti akan berjalan lebih panas, dibanding Pilkada-Pilkada sebelumnya, karena dua figur utama yakni Indra Yasin dan Roni Imran akan bertarung hidup mati.(idm/hargo)


Komentar