Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pileg 2019, Caleg Ogah Publikasi Rekam Jejak 

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Kabar Nusantara , pada Kamis, 15 November 2018 | 23:30 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendorong calon anggota legislatif (caleg) yang berkontestasi di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 untuk transparan. Mereka harus bersedia mempublikasikan riwayat hidup dan dokumen lainnya di laman infopemilu.kpu.go.id.

Komisioner KPU Hasyim Asy’ari mengatakan, pihaknya akan meminta kepada partai politik agar para calegnya bersedia mempublikaasikan dokumen, khususnya riwayat hidup atau curriculum vitae (CV).

Menurutnya, hal itu perlu agar masyarakat mengetahui riwayat caleg yang akan dipilihnya. Sebab, tidak sedikit caleg yang keberatan mempublikasikan riwayat hidup, surat keterangan catatan kepolisian, surat tidak pernah dipidana serta dokumen lainnya dalam laman infopemilu.kpu.go.id.

BACA  Sebanyak 39 Pegawai Kemenkeu Meninggal Dunia karena Covid-19

“Harusnya dibuka. Kalau dia menjadi calon pejabat publik yang akan dipilih langsung, deklarasikan diri, bukalah diri tentang siapa saya,” ucap Hasyim di kantor KPU, Selasa (13/11), dilansir indopos. Hasyim mengamini bahwa ada beberapa dokumen milik caleg yang tidak perlu dipublikasikan, misalnya ijazah. Ini karena sangat rawan penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hasyim menuturkan, fotokopi ijazah memang dokumen yang dikecualikan untuk dipublikasi berdasarkan UU No 7/2017 tentang Pemilu. Berbeda halnya dengan dokumen riwayat hidup. Dirinya menggarisbawahi bahwa riwayat hidup caleg sangat penting diketahui untuk masyarakat, baik itu latar belakang pendidikan, pekerjaan hingga pengalaman organisasi. Masyarakat atau pemilih, lanjut Hasyim, perlu tahu mengenai calon wakilnya di parlemen secara mendalam.

BACA  Posting Foto Hoaks Sriwijaya Air, Ngabalin Minta Maaf

“Salah satu asas pemilu kan umum. Masyarakat harus tahu siapa yang dicalonkan, seperti apa kandidatnya? Jadi wajar saja kalau profil calon dimunculkan untuk diketahui publik,” imbuhnya. Terpisah, Rahmat Bagja, anggota Bawaslu mendorong parpol dan caleg agar tidak keberatan dokumen riwayat hidupnya dapat diakses di laman infopemilu.kpu.go.id.

“Latar belakang pekerjaan, pendidikan biar orang tahu. Masa caleg sembunyikan soal itu,” ucap Bagja saat dihubungi, kemarin. Bagja juga mengamini bila KPU memang tidak memberi kelonggaran kepada para caleg perihal transparansi riwayat hidup dan dokumen lainnya. Kelonggaran itu diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) No 20/2018. Para caleg diberi pilihan bersedia atau tidak bersedia riwayat hidupnya dipublikasikan di laman infopemilu.kpu.go.id.

BACA  Bebas Usai Salat Subuh, Rombongan Abu Bakar Ba'asyir Diiringi Ambulans

Meski keberatan mempublikasikan riwayat hidup bukan pelanggaran, Bagja tetap mendorong para caleg untuk terbuka. Dia menganggap riwayat hidup atau CV merupakan dokumen yang perlu diketahui masyarakat. Tentu agar tidak salah memilih caleg.

“Ya aturannya memang seperti itu, tapi kami mendorong agar dibuka,” tandasnya. Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengakui partainya memang membolehkan caleg merahasiakan dokumen riwayat hidupnya. Namun, dia mengklaim hal itu tidak melanggar aturan karena KPU mengakomodir melalui PKPU No 20/2018.(aen/cr-1/gp/hg)


Komentar