Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pilkada 2018! Gusnar Jadi Penentu Rekomendasi Demokrat, Calon Mulai Gerilya di DPD

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 10 Agustus 2017 | 11:00 WITA Tag: , , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Yang akan mengambil keputusan akhir figur calon yang akan direkomendasikan partai Demokrat pada pemilihan calon walikota-wakil walikota (pilwako) Gorontalo dan pemilihan bupati-wakil bupati (pilbup) Gorontalo Utara (Gorut) 2018 mendatang, memang berada di tangan DPP. Tapi keputusan DPP akan mengacu pada pertimbangan dan saran dari Ketua DPD Demokrat Gorontalo Gusnar Ismail.

Ini cukup beralasan. Karena Gusnar Ismail sudah membuktikan punya insting politik yang bagus di pilkada. Di dua pilkada terakhir yaitu pilkada 2015 dan 2017, calon-calon yang diusung Demokrat selalu keluar sebagai Pemenang.

Contoh teranyar adalah keputusan Demokrat mengusung Rusli Habibie-Idris Rahim di Pilgub dan mendukung pasangan Darwis Moridu-Anas Jusuf di Pilbup Boalemo. Keduanya keluar sebagai pemenang Pilkada 2017. Maka untuk Pilkada 2018 nanti, pertimbangan dan saran Gusnar Ismail juga akan menjadi rujukan utama DPP.

BACA  Kota Gorontalo Sudah Siap Beri Vaksin Covid-19

“Pak Ketua DPD (Gusnar Ismail.red) punya peran yang sangat menentukan menyangkut siapa yang akan direkomendasikan oleh Demokrat baik di Pilwako maupun Pilbup Gorut,” ujar salah satu anggota tim 9 penjaringan calon walikota-wakil walikota (Pilwako) Gorontalo, Jemmy Mamangkey.

Tak heran, sejumlah figur calon yang ikut penjaringan partai Demokrat, mulai melakukan gerilya untuk mendapatkan dukungan Gusnar Ismail. Kemarin (9/8), salah satu figur calon yang ikut penjaringan Demokrat di Pilwako yaitu Yunus Nusi mendatangi kantor DPD Demokrat untuk menemui Gusnar Ismail.

Dalam pertemuan itu hadir pula perwakilan tim 9 yang melakukan penjaringan calon pilwako. “Beliau (Yunus Nusi.red) ingin mendapatkan dukungan Demokrat. Karena Demokrat menjadi salah satu partai besar di Kota Gorontalo. Kalau bisa diusung papan satu. Tapi kalau memang elektabilitas belum memadai ya minimal diusung papan dua,” papar Jemy Mamangkey.

BACA  Langgar Protokol Kesehatan, Puluhan Warga Diamankan Petugas

Pada kesempatan itu, Gusnar Ismail kata Jemy, menantang balik Yunus Nusi membuktikan kesungguhannya untuk diusung Demokrat. Dengan memaksimalkan sosialisasi ke masyarakat agar bisa mendorong elektabilitas.

Karena salah satu pertimbangan Demokrat mengusung calon adalah hasil survei. “Makanya kalau memang serius ya harus rajin turun sosialisasi dengan menggunakan atribut Demokrat dan bisa melibatkan kader partai. Itu dibolehkan karena Yunus Nusi mendaftar dalam penjaringan Demokrat beberapa waktu lalu,” jelasnya. “Kader eksternal harus punya survei bagus. Apalagi sejumlah kader Demokrat juga siap maju di Pilwako,” sambungnya.

BACA  Vaksinasi Covid-19 Akan Menjadi Syarat Bepergian

Selain Yunus Nusi, Sjafrudin Mosii sebelumnya juga telah melakukan pendekatan dengan pengurus partai. Hingga melakukan beberapa kali pertemuan. Namun menurut Jemmy Mamangkey, sampai sekarang belum terlihat kesungguhan Sjafrudin Mosii menindaklanjuti saran-saran yang disampaikan pengurus partai. “Setelah pertemuan habis. Tidak ada tindak lanjut. Jadi sejauh ini kami melihat beliau masih kurang serius,” jelasnya.

Antara Agustus hingga September, direncanakan sudah ada hasil survei Demokrat. Hasil survei ini akan digodok oleh tim penjaringan untuk disampaikan ke Ketua DPD Demokrat Gusnar Ismail.

Selanjutnya DPD akan mengusulkan nama calon ke DPP. “Proses penetapan calon ini nanti akan berbarengan dengan arah koalisi partai. Jadi nanti penetapan calon sudah sekaligus dengan mitra koalisi Demokrat,” tandas Jemmy Mamangkey. (rmb/hg)


Komentar