Jumat, 15 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pilkada 2020, KPU Provinsi Gorontalo Petakan Potensi Masalah

Oleh Wawan Gusasi , dalam Headline KPU , pada Sabtu, 11 Januari 2020 | 15:05 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO –  Menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tiga daerah yaitu Bone Bolango, Pohuwato dan Kabupaten Gorontalo, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo meminta kepada KPU di tiga daerah tersebut untuk segera melakukan atau memetakan potensi-potensi masalah yang bisa ditimbulkan dalam Pilkada tersebut.

“Kita ingin Pilkada di tiga daerah ini berlangsung dengan sukses, sehingga itu potensi-potensi masalah yang akan ditimbulkan dalam pilkada ini harus sudah dipetakan,”kata ketua KPU Provinsi Gorontalo, Fadliyanto Koem saat diwawancarai media ini, di ruang kerjanya, Kamis (09/01/2020).

Ia menambahkan dengan melakukan pemetaan terhadap potensi masalah yang akan timbul, maka tentunya solusi atau jalan keluar sudah bisa diketahui sejak awal, dan bisa menemukan jalan keluar dari masalah tersebut.

BACA  Libur Panjang Kerap Picu Kenaikan Kasus Covid-19

“Kalau sudah kita bisa petakan masalah yang akan timbul di setiap tahapan, maka tentunya untuk mencari jalan keluar atau ketemu dengan masalah tersebut kita sudah mengetahui apa yang kita lakukan,” ujar mantan ketua KPU Kabupaten Gorontalo Utara ini.

Potensi masalah  yang bisa ditimbulkan dalam Pilkada serentak ini berbagai macam, mulai dari tahapan persiapan, yang menyangkut tentang daftar pemilih, dimana penduduk setiap hari mengalami pergerakkan ada yang datang maupun ada yang keluar.

Setelah itu dalam tahapan pencalonannya, bakal muncul tafsiran calon yang tidak bisa diakomodir atau tidak memenuhi syarat, padahal bakal calon tersebut sudah melakukan sosialisasi secara berlebihan.

BACA  Jadi yang Pertama, Lima Kepala Daerah di Gorontalo Siap Divaksin Covid-19

Calon independen atau perseorangan yang tidak bisa mencalonkan diri karena dukungan ganda. Kemudian pada tahapan kampanye, akan ada pelaksanaan kampanye yang bisa melewati jadwal yang telah ditentukan, banyak peserta kampanye yang tidak menaati jadwal kampanye dengan melakukan kegiatan sosialisasi padahal bukan jadwalnya di daerah tersebut.

Pada saat pemungutan dan penghitungan suara juga bakal ada potensi masalah, seperti kesalahan dari petugas KPPS dalam penulisan hasil, pemilih yang bakal menggunakan lebih dari satu suara. Dan pada rekapitulasi pun masalah yang akan timbul akan terjadi perdebatan antara para saksi calon dan penyelenggara.

BACA  Ini Alasan DKPP Berhentikan Arief Budiman dari Posisi Ketua KPU

“Dengan pengalaman-pengalaman Pilkada sebelumnya, maka potensi masalah itu sudah bisa kita petakan,” katanya.

Selain masalah, Fadliyanto juga menyampaikan tentang bagaimana tujuan dari KPU dalam menyampaikan kepada masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas, dalam artian masyarakat harus bisa memahami bahwa pemilu itu sangatlah penting.

“Biasanya ada masyarakat pemilih, ketika tiba hari H dia tidak melakukan hak pilih, karena alasan bekerja di kebun. Nah inilah yang harus kita berikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana pentingnya pemilu itu,” pungkasnya. (wan/gp/hg)


Komentar