Kamis, 30 Juni 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pilkada Gorontalo Masuk Zona Merah

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 19 Januari 2017 | 14:41 Tag: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id - Plt Gubernur Gorontalo Prof Zudan Arif Fakhrullah melakukan rapat tertutup dengan Forkopimda, Selasa (17/1).

Plt Bupati Boalemo Adrian Lahay juga hadir dalam pertemuan tersebut. Rapat membahas terkait kondisi terkini Pilkada di Gorontalo.

Seperti diketahui di Boalemo, Pilkada memanas pasca pencoretan Rum Pagau dan Lahmudin Hambali dari daftar peserta Pilkada oleh KPU Boalemo.

Pencoretan pasangan calon yang didasari putusan Mahkamah Agung itu memicu ujuk rasa para pendukung Rum – Lahmudin. Pada Senin (16/1), kantor DPRD setempat pora-poranda diamuk massa.

Kondisi tersebut mengantarkan Pilkada Gorontalo masuk dalam statistik zona merah pemerintah pusat. Padahal, selama 16 tahun berdiri, perhelatan Pilkada di Gorontalo selalu mendapat raport hijau (kode aman) di tingkat nasional. Bahkan, karena hal itu, di tahun 2016 kemarin, Gorontalo mendapat penghargaan sebagai daerah teraman di tanah air.

Plt. Gubernur Gorontalo Zudan Arif Fakrullah mengungkapkan, selama ini, setiap kali menghadiri rapat Des Pilkada di tingkat pusat, yang diketahuinya Gorontalo selalu masuk zona aman.

Yang biasanya merah, adalah Papua, Aceh, berikut Jakarta, dan Banten.

“Saya ini orang pusat jadi tahu perkembangan-perkembangan provinsi, termasuk Gorontalo. Tapi kini Gorontalo statistiknya merah. Baru kali ini keamanan kita disorot,” kata Zudan ketika diwawancarai usai rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkpinda) di Kantor Gubernur Gorontalo, kemarin, (17/1).

Untung saja saat ini kata Zudan, situasinya sudah kembali normal dan kondusif. Secara umum situasi politik dan kemanan di Gorontalo sudah terkendali.

“Tadi kita sudah koordinasi dengan Dandim, Polda, KPU, Bawaslu, juga Plt. Bupati Boalemo serta pihak-pihak terkait lainnya, termasuk intelejen daerah. Masing-masing pihak sudah memaparkan terkait perkembangan terkini. Alhamdulillah situasinya sudah aman,” tuturnya.

Lebih lanjut Zudan menyampaikan, bahwa intelejen daerah akan terus memantau, siapa-siapa yang terlibat dan menjadi dalang ketegangan dan kerusuhan. Siapa pun dia jika melakukan tindakan yang melawan negara dan hukum akan ditindak tegas.

“Kita sudah bersepakat dengan Forkopinda, siapa pun yang buat huruh hara, tangkap. Berapa pun jumlahnya harus ditindak tegas. Tidak boleh ada kenterntraman yang terganggu, termasuk penyelenggaraan Pilkada,” imbuhnya.

Zudan juga meminta agar masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Masyarakat harus bersama-sama menjaga keamanan dan keteriban daerah agar pelaksanaan Pilkada dapat berjalan aman, sejuk, dan menggembirakan.

“Tidak lupa pula saya berterima kasih kepada pak. Rum Pagau dan pak. Lahmudin Hambali. Saat kerusuhan kemarin, keduanya ikut menenangkan masa pendukungnya sehingga situasi bisa stabil,” ujar Zudan. (and/hargo)

(Visited 11 times, 1 visits today)

Komentar