Pilkada Kabgor, Adhan Dambea Masuk Nominasi Calon Golkar 

Hargo.co.id, GORONTALO  – Posisi kader Golkar pada Pilkada 2020 bisa terancam, apalagi jika tingkat elektabilitas yang kurang. Belakangan, ada beberapa nama non Golkar yang masuk nominasi untuk disurvei sebagai  kandidat calon kepala daerah atau wakil kepala daerah, yang nantinya diusung Golkar. Salah satunya politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Adhan Dambea.

Masuknya nama mantan Walikota Gorontalo itu, disebut langsung ketua DPD I Partai Golkar Gorontalo Rusli Habibie. Ia meminta nama eks ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo itu untuk dimasukkan dalam daftar nama yang akan disurvey Golkar.

Seperti diketahui, Golkar selalu menggunakan metode survei sebelum menetapkan kandidat yang akan diusung pada Pilkada. Selain Adhan, ada nama Weni Liputo dan Ishak Liputo yang diminta Rusli untuk disurvei.

“Pak Adhan, pak Weni Liputo, pak Ishak Liputo, saya minta masukan dalam survey internal Golkar pada Pilkada Kabupaten Gorontalo, kalau (survei) tinggi, kita dukung,”ujar Rusli Habibie saat dialog rumah kopi di Jalan Agus Salim, Kota Gorontalo, Ahad (03/11/2019).

Hanya saja kata Rusli, jika ingin menjadi kandidat Golkar, maka harus mengedepankan program, visi dan misi, kosep atau gagasan membangun daerah jika nanti terpilih.

“Bukan dengan menjelek-jelekan orang lain, saling lapor. Berikan gagasan, konsep bagaimana membangun,”kata Rusli Habibie.

Gubernur Gorontalo ini mengingatkan, jika untuk maju di Pilkada, setiap kandidat minimal mengantongi tiga syarat penting, seperti adalah popularitas. Popularitas penting dimiliki setiap calon untuk melihat sejauh mana kandidat itu dikenal masyarakat. Selain itu kata Rusli, calon juga harus memiliki elektabilitas atau tingkat keterpilihan atau ketertarikan masyarakat.

“Yang berikut adalah isi tas, isi tas (anggaran) ini penting. Kalau isi tas tidak ada, maka jangan coba-coba,”kata Rusli Habibie.Ia mengatakan, menjadi kandidat dalam Pilkada membutuhkan modal yang besar, Rusli menyarankan agar setiap calon tidak menutupi kebutuhan modal itu dengan meminjam ke pihak lain. Ia khawatir, jika nanti terpilih dan menjabat akan mengusik kinerja yang bersangkutan.

“Karena bisa saja jika terpilih yang dipikirkan mengembalikan uang itu,” katanya.

Seperti diketahui, sejumlah nama di internal Golkar mencuat untuk bertarung pada Pilkada Kabupaten Gorontalo 2020, seperti nama ketua DPD II Golkar Dadang Hemeto, ketua DPRD Provinsi Gorontalo Paris Jusuf, anggota DPRD Provinsi Sun Biki dan Warsito Sumawiyono. Ditemui usai pelaksanaan dialog, kemarin, Adhan tak begitu menanggapi rencana Golkar memasukkan namanya dalam survei Pilkada Kabupaten Gorontalo.

“Urusan li mongoli uwito (urusan mereka itu),” kata Adhan, singkat. (gp/hg)

-