Pilkada Kabgor Diprediksi Empat Poros

Kabar Politik

Hargo.co.id, GORONTALO – Mendekati pelaksanaan tahapan Pilkada Kabupaten Gorontalo (Kabgor) 2020, poros atau koalisi pemenangan untuk merebut kursi orang nomor satu di puncak menara mulai mengerucut. Hal terbaca dari manuver dengan agenda pertemuan  pendahuluan yang dilakukan sejumlah partai maupun dari acuan kursi yang ada di DPRD Kabgor.

Rangkuman kesimpulan sejumlah pengamat politik hingga masyarakat, maupun pengamatan media ini. Bakal ada empat poros koalisi yang akan terbentuk di Pilkada Kabgor. Yakni poros pertama dari PPP. Kubu yang akan dihuni incumbent ini tak perlu melakukan koalisi lagi dengan partai lain. Karena tujuh kursi di DPRD Kabgor,  membuat koalisi ini mulus mengajukan calonnya.

banner 728x485

Namun yang masih menjadi ganjalan di koalisi ini, menyangkut  siapa yang calon wakil yang akan mendampingi bupati petahana.Sempat mencuat untuk pengisian wakil bupati koalisi akan berkoalisi dengan Partai Demokrat. Namun hingga batas waktu ini poros ini belum menjadi kenyataan.

Selanjutnya poros kedua  dimotori Partai Golkar yang memiliki enam kursi di DPRD Kabupaten Gorontalo. Untuk melengkapi satu kursi kemungkinan besar Partai Golkar akan menggandeng Partai Gerindra. Hal ini mulai nampak dari koalisi yang terbangun di parlemen DPRD kabgor.

Untuk koalisi ini masih terjadi tarik menarik  siapa figur yang akan dimajukan. Karena terinformasi DPD I memiliki calon Mohamad Alham Prasogo Habibie dan Paris Yusuf yang kini masih menjabat ketua DPRD Provinsi . Demikian pula  dengan DPD II Golkar yang bertahan dengan Ketua DPD II Golkar Hendra Hemeto sebagai harga mati.

Koalisi ketiga dimotori Partai Nasdem yang memiliki 4 kursi di DPRD Kabgor. Partai ini perlu melakukan koalisi untuk dapat mengusung calonnya. Dari perkembangan politik yang ada, meski belum menetapkan siapa figur yang akan dijagokan.

Namun koalisi yang kemungkinan akan menggandeng PKS yang memiliki 3 kursi ini. Melalui  mantan Bupati Gorontalo sebagai arsiteknya sudah membidik calon wakilnya   dari kalangan birokrat yakni dr Tony Mohammad dan Asisten II Asri Tuna.

Selanjutnya koalisi keempat akan dimotori PDI Perjuangan yang memiliki 4 kursi. Koalisi akan mengusung  mantan Wakil Bupati Tony Yunus sebagai calon Bupati dan dr Tony Mohamad sebagai calon wakil Bupati. Pasangan yang mulai populer dengan 2 T, kemungkinan akan menggandeng PAN yang memiliki 3 kursi. Realisasinya kubu ini telah menggelar pertemuan belum lama ini.

Komposisi tersebut tinggal Partai Hanura yang belum memiliki haluan politik terhadap empat poros yang bakal terbentuk. Sementara dr Tony Mohammad posisinya berada di empat poros tersebut sebagai calon wakil bupati. (zis/hg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *