Pilkada Kabgor, Ini Lima Figur yang Berebut Tiket PDI Perjuangan

Hargo.co.id, GORONTALO – Penjaringan calon bupati-wakil bupati Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan untuk Pilkada Kabupaten Gorontalo 2020, telah ditutup kemarin (07/10/2019). Hingga berakhirnya tahapan penjaringan itu, ada lima figur yang ikut penjaringan dan akan bersaing mendapatkan rekomendasi dukungan partai berlogo Banteng Moncong Putih.

Lima figur tersebut masing-masing, mantan direktur rumah sakit MM Dunda Limboto, dr. AR Mohammad, mantan birokrat di Pemkab Gorontalo Zukri Harmain, Ketua DPD Nasdem Kabupaten Gorontalo Rustam Akili, Ketua DPD PAN Kabupaten Gorontalo Daryatno Gobel dan Wakil Ketua DPD Demokrat Provinsi Gorontalo Arifin Djakani.

Lima figur ini akan bertarung dengan dua kader PDI Perjuangan yang ikut penjaringan calon bupati-wakil bupati di DPP. Yaitu Tony Junus dan Veny Anwar. Keduanya adalah pasangan suami istri. Tony Junus mantan wakil Bupati Kabupaten Gorontalo. Sementara Veny Anwar kini duduk di DPRD Provinsi Gorontalo.

Di hari terakhir penjaringan kemarin (7/10), ada dua kandidat yang mendaftar. Yaitu Rustam Akili dan Daryatno Gobel.

Rustam mendatangi kantor DPC PDI Perjuangan sekitar pukul 09.30 wita. Dia didampingi tim pemenangan dan pengurus partai Nasdem. Serta anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari Nasdem. Dia disambut langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gorontalo Ali Polapa. Setelah tim penjaringan PDI Perjuangan memeriksa berkas pendaftaran, Rustam Akili langsung meninggalkan kantor DPC PDI Perjuangan.

Pada siang hari selepas salat Dzuhur, giliran Ketua DPD PAN Kabupaten Gorontalo Daryatno Gobel datang menyerahkan berkas pendaftaran. Dia juga ikut dalam perebutan tiket calon kepala daerah dari PDI Perjuangan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gorontalo Ali Polapa mengatakan, di hari terakhir penjaringan, ada tiga figur yang mendaftar. Selain Rustam Akili dan Daryatno Gobel, politisi Demokrat Arifin Djakani juga akan mendaftar. Dengan demikian ada lima figur yang ikut penjaringan PDI Perjuangan.

“PDI Perjuangan masih menunggu bapak Arifin dan selain bapak Arifin masih ada beberapa partai yang membangun komunikasi untuk mendaftar, kami pun masih menunggu petunjuk, karena memang batas pendaftaran hanya sampai tanggal 7 Oktober, apakah akan ditutup terlebih dahulu dan dibuka kembali atau bagaimana, kami menunggu keputusan DPD,” jelas Ali.

Sementara itu Arifin Djakani saat dihubungi semalam mengakui akan melakukan pendaftaran di injuri time. “Ya saya mendaftar tetapi di injuri time, memang masukan dari tim sukses dan pendukung mendesak saya untuk maju dan mendaftar di PDI Perjuangan secara pribadi dan bukan partai, karena partai masih akan merapatkan hal ini,” pungkasnya.

Selain mendaftar penjaringan PDI Perjuangan, Rustam Akili juga mendaftar penjaringan calon kepala daerah di Partai Amanat Nasional, kemarin. Rustam menjadi kandidat calon pertama yang datang mendaftar. Untuk melenggang di Pilkada tahun depan, Rustam Akili sepertinya ingin membangun koalisi besar.

Diwawancarai usai mendaftar, Rustam menyampaikan apresiasi dan penghargaan terhadap PDI Perjuangan dan PAN yang telah menerima berkas pendaftarannnya. Dia mengatakan, ikut penjaringan di dua partai itu karena memang memiliki plafon partai yang sama dengan Nasdem. Yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat dan fokus pada wong cilik.

“Nasdem pun punya pemikiran yang sama. Yakni melakukan restorasi menuju arah lebih baik. Sehingga tak ada salahnya saya mendaftar di kedua partai ini dan berharap bisa bersama dalam koalisi. Apalagi PAN di pilkada kemarin mengusung saya menjadi calon bupati,” jelas Rustam sembari menambahkan bila partai lain akan membuka penjaringan, dia siap untuk mendaftar.

Ketua DPC PAN Kabupaten Gorontalo Daryatno Gobel mengakui, baru satu calon yang mendaftar di penjaringan yaitu Rustam Akili.Ini bisa dimaklumi karena penjaringan PAN nanti berakhir pada 31 Desember mendatang.

“Kami punya kader yang siap dicalonkan. Kalaupun koalisi yang coba dibangun menginginkan PAN menjadi Bupati, ada kader yang disiapkan. Begitupun untuk wakil bupati,” jelas Daryatno.

Ia juga tak menampik jika dalam Pilkada 2015 PAN bersama PKS mengusung Rustam AKili menjadi Bupati. Dan jika ini kembali terwujud pihaknya siap untuk memenangkan Rustam.

“Belajar dari sebelumnya, pastinya ada strategi yang kami lakukan kedepannya,” pungkas Daryatno. (wie/hg)

-