Kamis, 14 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pilkada Pohuwato Bakal ke MK, Lawan Hamim Masih Wait and See

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Politik , pada Selasa, 15 Desember 2020 | 17:05 WITA Tag:
  Mahkamah Konstitusi. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Kendati belum ada hasil akhir Pilkada 2020 yang diumumkan oleh KPU, hampir dapat dipastikan hasil Pilkada di beberapa daerah di Gorontalo akan digugat ke Mahkamah Konsitusi MK. Oleh pasangan calon yang sejauh ini kalah dalam perhitungan suara sementara.

Dari tiga Pilkada di Gorontalo, sejumlah pasangan calon di Pilkada Pohuwato telah mengisyaratkan untuk mengajukan gugatan ke MK. Pasangan calon bupati-wakil bupati dari jalur independen, Ibrahim Bouty-Miswar Yunus telah memberikan kepastian soal itu. Sementara pasangan Iwan Adam-Zunaid Hasan masih akan melakukan kajian. Bila ditemukan ada pelanggaran, pasangan dari jalur partai politik ini, juga akan menggugat ke MK.

Diwawancarai Gorontalo Post, kemarin (14/12/2020), calon bupati Pohuwato, Ibrahim Bouty, mengatakan pihaknya sangat menyesalkan masih adanya praktek Money Politic atau politik uang.

“Demokrasi itu kan milik rakyat, kalau demokrasi dibeli, Money Politik. Itu banyak dan kami sudah laporkan ke Bawaslu,” beber Ibo (sapaan akrab Ibrahim Bouty).

Karena itu, kata Ibo, pihaknya tidak akan menandatangani berita acara rekapitulasi suara oleh KPU Pohuwato.
“Sudah pasti, akan seperti itu. Karena Money Politic terjadi pembiaran seperti itu. Tontonan yang diperlihatkan kepada masyarakat sangat luar biasa, terjadi pembiaran. Semua kecamatan dan semua desa (ada money politik, red), kita punya bukti,” tegasnya.

Sementara itu calon bupati nomor urut 3, Iwan S. Adam, diwawancarai terpisah juga mengisyaratkan untuk melayangkan gugatan ke MK jika menemukan kecurangan Pilkada.

“Kalau kami juga, kalau misalnya ada pelanggaran Pilkada, mungkin Money Politik, kemudian yang berikut pelanggaran -pelanggaran administrasi kita akan lihat sampai dengan hari ini. Kalau misalnya temuan kami di lapangan ada, maka kami Insya Allah akan keberatan dengan keputusan KPU. Berarti kami belum menerima hasilnya, kami akan gugat sampai ke Mahkamah Konstitusi,” pungkas Iwan Adam.

BACA  Fadel Siap Dukung Zainudin Amali di Pilgub Gorontalo

Sementara itu, pasangan Hamdi Alamri-Zairin TD Maksud, justru terlihat legowo. Hal ini sebagaimana disampaikan Sekretaris Tim Pemenganan HZO, Risman Ibrahim, Senin (14/12) kemarin.

“Kalau kita sejauh ini, tidak ada gugatan. Apapun itu, hari ini yang sudah menjadi pemenang, sesuai dengan demokrasi atau tidak, tentu kita dari HZO menyerahkan sepenuhnya pada proses yang tengah berlangung,” tutur Risman.

Bagi HZO pertarungan di Pilkada Pohuwato sudah selesai, dengan pemenang yang sudah bisa dilihat sebagiamana hasil perhitungan suara di masing-masing TPS, dan Kecamatan. Hanya saja, kata Risman. Kedepan, pasangan HZO sendiri akan melakukan pencerdasan terhadap masyarakat, agar lebih bijak dalam menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya bukan berdasarkan paksaan ataupun bujuk rayu.

“Artinya, hasil hari ini, mau tidak mau harus diterima, apakah itu banyak pelanggaran dan sebagainya, tentu ini merupakan ranah tersendiri. Kalaupun ada teman paslon lain yang melakukan upaya hukum, maka kita memberikan suport secara moril, tapi kami lebih berkonsentrasi kembali kepada masyarakat. Melakukan pemahaman demokrasi,” tuturnya.

Meski tak melakukan upaya hukum, Dirinya menegaskan belum berfikir akan berkoalisi dengan Pemerintahan selanjutnya.

“Tentu tidak, tapi kita lebih kepada oposisi yang lebih cerdas, yang lebih mengarah pada pemahaman masyarakat, artinya kalau ada hal yang baik di pemerintahan kita berikan suport, kalau ada sesuatu yang keluar dari jalur, kita akan kritis,” pungkasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Pemenangan Saipul Mbuinga-Suharsi Igirisa, Fachmi Mopangga, menyampaikan, hasil rekapitulasi ditingkat Kecamatan, sama persis dengan apa yang menjadi hasil perhitungan suara yang dilakukan tim.

“Sebab real count yang kita lakukan kemarin sesuai juga dengan salinan hasil perhitungan suara di masing-masing TPS,” ungkap Fachmi.

Lanjut politisi Muda Golkar ini. Berkaitan dengan adanya upaya hukum yang dilakukan beberapa Paslon, hal itu menurutnya menjadi hak dari paslon lain.

BACA  Sah, Putra Gorontalo Terpilih Jadi Ketua Umum PPP Periode 2021-2026

“Prinsipnya serahkan semua terhadap hasil yang ada, menunggu ketatapan dari KPU, upaya yang akan dilakukan itu adalah hak yang mereka miliki. Kita tidak mau masuk ke wilayah itu,” tambahnya. Dirinya pun menyambut baik paslon lain yang menerima hasil perhitungan suara.

“Alhamdulillah, artinya hasil yang ada dilihat. Saya kira ini pesta demokrasi 5 tahun sekali, tentu dikita itu ada komitmen siap kalah siap menang, alhamdulillah kita barada pada pasangan yang diberikan kepercayaan oleh rakyat, mandat rakyat. Dari 4 calon yang ada, jumlah dukungan kita berada di Angka 40,1 persen,” tutupnya.

Sementara itu, sejumlah calon di Bonbol juga telah mengisyaratkan untuk menggugat ke MK. Salah satu tim pemenangan pasangan calon Ismet Mile-Sukandi Talani, Miftahudin mengatakan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melayangkan gugatan jika ada aspirasi dari tingkat bawah.

“Karena adanya beberapa pelanggaran yang terjadi sehingga tidak menutup kemungkinan tim juga untuk melakukan gugatan ke MK,kan karena memang aturan kan membolehkan itu ,” jelasnya. Lanjut Miftahudin, banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan dan itu sifatnya sangat masif.

“Saya berikan contoh kecil ada penyelengara pemilu tingkat desa melakukan money politik tingkat KPPS yang terbukti menyerahkan uang untuk pasangan calon tertentu begitu juga ada kepala desa dan beberapa temuan temuan lainnya lagi jadi sepanjang kita memungkinkan itu mengapa tidak, ” jelasnya. Dia akui sudah siapkan tim untuk mengkajinya.

” Pribadi sih sebenarnya sudah tidak mempermasalahkan itu cuma kan ada aspirasi dan tuntutan dari teman-teman di bawah dan ini mau tidak mau kita harus sahuti dan saya cek juga dari paslon lainnya juga sudah siap, ” ujarnya.

Sementara Rusliyanto Monoarfa saat dihubungi awak media mengatakan sejauh ini pihaknya belum memastikan sikap apa yang akan diambil. Sebab pihaknya masih tengah melihat bagaimana perkembangannya ke depan termasuk menunggu kepastian resmi hasil akhir KPU.

BACA  Tanpa Kebersamaan, Pembangunan Tak Akan Jalan

“Belum bersikap karena masih menunggu kepastian perkembangannya kedepan, kedua saya serahkan semua sama tim saya, ” jelasnya.
Ditanya bagaimana soal rencana untuk menggugat pihaknya belum memberikan kepastian. Meski demikian ia tidak membantah bisa saja ada kemungkinan untuk melayangkan keberatan dalam bentuk gugatan mengingat banyak laporan yang selama ini diajukan ke Bawaslu.

“Ya kami menunggu jawaban keputusannya bagaimana nanti saja. Selama ini banyak hal yang telah diajukan ke Bawaslu Misalnya saja termasuk ada logo partai pengusung kami yang dipakai oleh salah satu paslon. Nah itu nanti kita lihat jawaban keputusannya kami nanti, “ujarnya.

Sementara itu, salah satu tim pemenangan pasangan Kilat Wartabone-Syamsir Kiyai, Idris Uno belum bisa memastikan langkah yang akan diambil pasangan Kilat-Syamsir. “Nanti lebih jelasnya, hubungi ketua tim yaa, pak Imran atau sekretaris, pak Rahmat,” kata Idris Uno.

Di Kabupaten Gorontalo, sudah ada dua pasangan calon yang bisa menerima hasil sementara Pilkada yang menempatkan pasangan Nelson Pomalingo-Hendra Hemeto sebagai peraih suara terbanyak. Yaitu pasangan Tony Junus-Daryatno Gobel dan Chamdi Mayang-Tomy Ishak.

Ketua tim pemenangan Tony-Daryatno Sahmid Hemu mengaku pihaknya bisa menerima hasil sementara pilkada. Karena hasil quick count dan juga C1 tidak berbeda jauh. “Yang pasti kita sudah menerima hasilnya dan menunggu hasil rekapitulasi dan pleno rekapitulasi tingkat Kabupaten,” jelas Sahmid.

Sama seperti Sahmid, tim Chamdi-Tomy juga sudah menerima hasil Pilkada. Bahkan, pasangan ini sudah mengucapkan selamat untuk kemenangan pasangan Nelson-Hendra. “Intinya kita sudah mengucapkan selamat pada paslon yang mempunyai suara terbanyak,” jelas Chamdi.

Berbeda dengan dua pasangan lain, juru bicara tim pemenangan Rustam-Dicky, Reflin Liputo, masih enggan memberikan komentar. “Kita hormati proses yang ada sekarang sampai pada pleno penetapan KPU,” tandas Reflin. (gp/hg)


Komentar