Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pilkada Saat Pandemi Covid-19, Bukti Pemilihan Tak Harus Kerahkan Massa

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Kabar Nusantara , pada Senin, 14 Desember 2020 | 19:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi


Hargo.co.id, JAKARTA – Akademisi dari Universitas Brawijaya Prof Bambang Supriyono mengatakan, tantangan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 cukup berat. Karena dilaksanakan di tengah ancaman pandemi Virus Corona (Covid-19).

“Namun, semua itu bisa dilewati dengan penyelenggaraan pilkada yang efektif, efisien dan transparan,” ujar Bambang dalam keterangannya, Senin (14/12/202) seperti yang dilansir jpnn.com.

Bambang kemudian menjabarkan pengalaman yang bisa dipetik dari sukses penyelenggaraan Pilkada 2020. Yakni, penyelenggaraan pilkada tidak harus disertai dengan pengerahan massa.

BACA  Antisipasi Jenis Baru Covid-19, RI Tolak Kedatangan WNA

“Proses demokrasi perlu patuh pada semua aturan termasuk protokol kesehatan,” ucapnya.

Pakar kebijakan pubik ini kemudian menyebut, bahwa pengalaman menunjukkan dukungan teknologi informasi sangat diperlukan dalam pelaksanaan pilkada. Namun demikian ia menegaskan, hal yang terpenting pilkada akan semakin berkualitas jika diikuti para kontestan yang visioner.

“Banyaknya kontestan yang berkualitas perlu menjadi catatan penting untuk mendukung terwujudnya kualitas demokrasi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Paulus C Siswantoko Pr mengatakan, Pilkada Serentak 9 Desember 2020 secara keseluruhan telah berlangsung dengan aman dan lancar. Kekhawatiran banyak orang pun, terbantahkan.

BACA  Polsek Dungingi Tutup Sejumlah Mini Market

“Pilkada benar-benar dijalankan dengan tingkat kepatuhan pada protokol kesehatan Covid-19 yang tinggi,” katanya.

Menurut Paulus, keberhasilan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 dengan protokol keseha menjadi cerminan, bahwa kepercayaan publik pada pemerintah makin besar. Sehingga, pelaksanaan pilkada di tengah pandemi yang dikhawatirkan jadi klaster penyebaran Covid-19 tidak terjadi.

BACA  Langgar Protokol Kesehatan, Puluhan Warga Diamankan Petugas

Ia pun mengapresiasi kerja keras yang ditunjukkan penyelenggara pemilu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Satgas Covid, dan Polri serta TNI.

“Tentunya kami mengapresiasi  kepada penyelenggara pilkada, dalam hal ini KPU, Bawaslu dan tentu juga kemendagri sebagai representasi pemerintah, yang telah merencanakan dan merealisasikan pilkada secara baik, lancar, dan aman sesuai dengan protokol kesehatan,” pungkas Romo Paulus.(gir/jpnn)


Komentar