Kamis, 2 April 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pilwako 2018! Daftar di PAN, Marten Taha-Fedriyanto Koniyo Saling Unjuk Kekuatan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 16 Agustus 2017 Tag: , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Persaingan Marten Taha (MT) dan Fedriyanto Koniyo (FYK) makin meruncing. Bahkan kompetisi keduanya untuk menjadi calon walikota Gorontalo makin terbuka. Dua kader Golkar tersebut masing-masing mulai unjuk kekuatan (show of force).

Pantauan Gorontalo Post (grup hargo.co.id), sedikitnya tercatas sudah dua kali Marten Taha dan Fedriyanto saling unjuk kekuatan. Kali pertama terjadi pada pendaftaran internal Partai Golkar.

Marten yang mendaftar pada Jumat (11/8) dikawal kader Golkar dan massa yang tergabung dalam Sahabat Marten Taha (SMT). Tak mau kalah, keesokan harinya, Sabtu (12/8) FYK mendaftar dengan memboyong massa yang terdiri Pengurus Golkar tingkat Kota, Kecamatan hingga kelurahan serta masyarakat umum.

Aksi pamer dukungan antara Marten dan FYK kembali berlanjut. Kali ini saat keduanya memasukkan berkas pendaftaran Penjaringan Bakal Calon Walikota-Wakil Walikota Partai Amanat Nasional (PAN), Selasa (15/8).

Marten mendatangi tempat pendaftaran di Sekretariat PAN di kompleks Gorontalo Mall sekitar pukul 16.00 wita. Sebelum menuju ke tempat pendaftaran, Marten bersama massa pendukung (SMT) dan sejumlah pengurus Partai Golkar Kota Gorontalo menggelar konvoi. Dimulai dari Sekretariat DPD II Partai Golkar di Jl. HB Yasin (Eks Agus Salim) hingga ke kompleks Gorontalo Mall.

Sementara itu FYK datang ke Sekretariat PAN pada pukul 21.00 wita. Tak jauh berbeda saat mendaftar di Partai Golkar, kedatangan FYK di Sekretariat PAN turut dikawal pengurus Golkar Kota serta Fraksi Golkar Dekot Gorontalo.

Saling unjuk kekuatan yang sudah dua kali terjadi menunjukkan bila persaingan Marten Taha dan FYK untuk tampil sebagai calon Walikota tak sekadar meramaikan suasana Pilwako.

Apalagi persaingan keduanya tak hanya terjadi di internal Partai Golkar semata. Tetapi juga terlihat di eksternal partai. Hal itu diasumsikan dari langkah Marten dan FYK untuk sama-sama mengikuti penjaringan PAN dengan posisi yang sama pula. Yaitu bakal calon walikota.

Marten Taha yang ditemui usai menyerahkan pendaftaran mengaku siap mengikuti dan mematuhi semua ketentuan seleksi di PAN. Termasuk beradu konsep pembangunan dalam debat kandidat, baik terbuka atau melalui media massa.

Marten mendukung pelaksanaan debat tersebut mengingat hal itu sangat penting untuk mengukur kemampuan dan kompetensi calon pemimpin Kota Gorontalo. “Mendaftar di PAN, saya tidak ikut-ikutan. Saya berkeyakinan PAN dapat mengusung saya dalam Pilwako nanti,” kata Marten.

Lebih lanjut Marten juga siap untuk membuka komunikasi koalisi antara PAN dengan Partai Golkar. Hal itu sebagaimana yang telah dilakukannya pula dengan PDIP, Partai Demokrat juga partai lainnya yang memiliki kursi di parlemen kota.

“Bagi saya membangun komunikasi adalah hak semua Parpol, apalagi tidak ada satu Parpol yang memenuhi syarat mengusung sendiri. Saya siap proaktif membangun komunikasi dengan PAN,” tuturnya.

Terkait calon pendampingnya dalam Pilwako, Marten menyerahkan sepenuhnya kepada pertimbangan koalisi Partai Politik (Parpol). Ia tidak bisa memastikan siapa calon pendampingnya dengan alasan konstalasi politik selalu dinamis.

“Semua kader partai politik (Parpol) atau dari luar Parpol berpeluang mendampingi saya dalam Pilwako nanti. Semua tergantung koalisi Parpol yang nantinya akan terbentuk,” pungkasnya.

Terpisah, FYK juga menyatakan keseriusannya dalam menghadapi Pilwako sebagai calon walikota. “Kemarin saya daftar di Golkar dan saat ini saya daftar di PAN, ini membuktikan keseriusan saya dalam mengikuti Pilwako,” kata ketua DPRD Kota Gorontalo ini.

Ia juga menambahkan bahwa sampai dengan saat ini juga belum ada juga siapa yang akan diusung oleh partai Golkar kota Gorontalo, sehingga itu selaku kader FYK tentunya akan terus sosialisasi dalam meningkatka survey untuk Pilwako.

“Sampai dengan saat ini belum diputuskan juga siapa yang akan diusung oleh Golkar, dan pendaftaran saya di PAN ini, tentunya menjadi jalan bahwa Golkar dan PAN bisa berkoalisi,” kata Sekretaris DPD II Partai Golkar ini.

Ketua tim penjaringan PAN Kota Gorontalo Yori Karim mengatakan, figur yang akan diusung PAN harus memenuhi syarat yang ditetapkan dalam mekanisme seleksi. Para figur yang sudah mendaftar, terlebih dahulu akan di sosialisasikan kepada masyarakat, baik dalam bentuk selebaran maupun baligho.

Kemudian, pada tanggal 6 November 2017 nanti, PAN akan menggelar debat kandidat. “Setelah debat, baru tim survey dari DPP akan turun untuk melihat elektabilitas dari calon yang sudah disosialiasikan oleh PAN. Keputusan arah dukungan PAN nanti akan diumumkan antara Desember 2017 hingga awal Januari 2018,” kata Yori.(wan/and/hg)