Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pilwako 2018! Marten Taha Leluasa Pilih Pendamping

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 16 Agustus 2017 | 12:31 WITA Tag: , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Sebagai petahana pada pemilihan walikota-wakil walikota (pilwako) Gorontalo 2018 mendatang, posisi Marten Taha sedikit berada diatas angin. Minimal, Marten sudah memiliki modal popularitas dan elektabilitas yang relatif lebih baik dari calon lain untuk melangkah ke pentas suksesi.

Kelebihan sebagai petahana ini tentu menjadi daya tarik bagi figur calon lain maupun partai-partai untuk bisa menggandeng Marten Taha. Karena itu tak heran, sejak awal penggadangan pasangan calon Pilwako bergulir, Marten Taha menjadi figur calon papan satu yang paling banyak dipasangkan dengan figur kandidat calon papan dua. Baik kader partai maupun figur non partai.

BACA  Pasien Covid-19 Melonjak, Walikota Gorontalo Segera Lakukan Pembatasan Khusus

Spekulasi soal penduetan Marten makin ramai, setelah partai-partai besar membuka penjaringan calon walikota-wakil walikota. Keputusan Marten Taha mengikuti semua penjaringan yang dibuka partai, makin menambah hiruk pikuk spekulasi penggadangan pasangan Marten Taha.

Bahkan, spekulasi soal kandidat pendamping Marten tidak hanya terbatas kepada figur partai yang membuka penjaringan. Tapi juga meluas kepada figur internal partai yang tidak membuka penjaringan seperti PPP dan Gerindra.

BACA  Kejati Gorontalo Fokus pada Kepentingan Rakyat

Hingga kini ada 8 (delapan) figur calon pendamping Marten Taha dari latar belakang partai yang pernah diwacanakan. Delapan nama itu berasal dari lima partai yaitu Demokrat, PAN, PDIP, PPP dan Gerindra (selengkapnya lihat grafis).

Dalam situasi yang sedang diatas angin itu, menjadikan Marten Taha dalam posisi yang sangat leluasa untuk memilih pendamping. Karena di luar 8 nama itu, masih ada pilihan lain yaitu figur non partai semisal Sjafrudin Mosii dan Syamsu Qamar Badu.

BACA  BPS Sebut Kemiskinan Gorontalo Turun 0,09 Persen¬†

“Bicara soal wakil, saya serahkan kepada partai yang akan mengusung saya. Karena semua partai yang ada di kota Gorontalo ini harus koalisi dalam mengusung satu pasangan calon walikota dan wakil walikota.

Kalau Golkar dan PAN Koalisi maka calonnya dari kedua partai itu, begitu juga kalau Golkar Demokrat koalisi calonnya juga kedua partai, begitu juga dengan partai lainnya,” ungkap Marten Taha ketika diwawancarai kemarin, (15/8).(wan/rmb/hg)


Komentar