Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pilwako 2018! Rum Pagau – Adhan Dambea Daftar di PDIP

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 16 Mei 2017 | 11:05 AM Tag: , , , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Penjaringan calon walikota-wakil walikota Gorontalo oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dipastikan berjalan sengit. Karena para figur-figur populer yang digadang ke bursa calon memastikan ikut dalam proses penjaringan.

Bila sebelumnya auditor utama BPK-RI Sjafrudin Mosii resmi mendaftar ikut penjaringan calon walikota PDIP, kemarin (15/5), dua bekas kepala daerah yaitu mantan Bupati Boalemo Rum Pagau dan mantan Walikota Gorontalo Adhan Dambea, juga telah menyerahkan berkas pendaftaran. Kedunya ikut penjaringan calon walikota.

Rum Pagau datang ke kantor DPC PDIP Kota Gorontalo pada pukul 10.30 wita. Dia didampingi salah seorang kader PDIP Boalemo Dedy Hamzah. “Saya mendaftar sebagai calon walikota di PDIP. Ini membuktikan bahwa saya sangat serius ikut Pilwako. sebelumnya juga saya sudah mendaftar di partai Demokrat,” kata Rum Pagau.

Visi misi yang disampaikan Rum Pagau pada kesempatan itu, sama dengan apa yang disampaikan saat mendaftar dalam penjaringan di Partai Demokrat. Yaitu ingin merubah wajah Kota Gorontalo ke arah yang lebih baik lagi. “Kota Gorontalo adalah ibukota dari Provinsi Gorontalo, sebagai ibu kota tentunya wajahnya harus bagus, dan saya sudah membuktikan di Boalemo untuk bisa mengembangkan Boalemo. Ini yang nantinya akan saya terapkan di Kota Gorontalo nanti,” ungkapnya.

Terkait dengan peluangnya untuk mendapatkan rekomendasi dari PDI-P, Rum sangat optimis bahwa partai berlambang banteng moncong putih itu, bakal memberikan rekomendasi kepada dirinya. “Ya, saya sangat optimis bisa mendapatkan rekom dari PDI-P,” ungkapnya.

Sementara itu, berkas pendaftaran Adhan Dambea diserahkan oleh tim pemenangan pada pukul 14.30 wita. Adhan Dambea tak datang ke kantor PDIP. Penyerahan berkas pendaftaran oleh tim pemenangan juga dikawal oleh abang bentor. “Kami dari tukang bentor, secara sukarela mendaftarkan pak Adhan sebagai calon walikota di PDIP,” kata Rizal Tess perwakilan dari tukang bentor.

Ia menambahkan, kalau pendaftaran yang dilakukan oleh abang bentor ini adalah murni keinginan dari para abang bentor. “Sebenarnya pak Adhan yang mau daftar sendiri, tapi kami dari tukang

bentor berinisiatif untuk mengantarkan berkas pak Adhan, dan itu disetujui oleh pak Adhan. Kami tukang bentor ingin dipimpin kembali oleh pak Adhan. Kota yang bersih dari miras,” ungkapnya.

Tim Pemenangan dan Abang Bentor mendaftarkan Adhan Dambea sebagai bakal calon walikota dari PDIP Kota Gorontalo.

Adhan Dambea ketika dikonfirmasi mengatakan, kalau pendaftaran itu adalah inisiatif dari para tukang bentor. “Saya selalu ditanya oleh masyarakat, termasuk tukang bentor apakah ingin maju atau tidak, dan saya katakan kalau rakyat inginkan maju tentunya saya siap maju. Nah, kebetulan di PDI-P juga bukan pendaftaran, saya akan mendaftar, tapi tukang bentor bilang kalau mereka saja yang mendaftarkan diri saya,” kata Adhan.

 

Terkait dengan peluangnya di PDI-P, mantan walikota Gorontalo periode 2008 – 2013 ini menambahkan, punya hubungan yang baik dengan PDI-P. Dan dengan visi misi yang diusungnya, dia tentunya berpeluang untuk direkomendasi oleh PDI-P. “Setiap partai mempunyai mekanisme survei, dan dengan keinginan dari rakyat saya yakin bisa mendapatkan rekom dari PDI-P,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua DPC PDIP Kota Gorontalo, Ariston Tilameo mengatakan, dengan mendaftarnya Rum Pagau dan Adhan Dambea, maka figur dari eksternal partai yang datang mendaftar sudah ada tiga calon. Karena sebelumnya Sjafrudin Mosii sudah lebih dulu mendaftar.

“Untuk pak Adhan itu didaftarkan oleh tim dan tukang bentor, dan itu sah-sah saja, karena kita adalah partai yang sangat terbuka. Dan berkas pendaftaran dari pak Rum dan pak Adhan setelah kita verifikasi itu lengkap. Pendaftaran ini kita buka sampai tanggal 23 Mei,” pungkasnya. (wan/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar