Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pilwako 2018! Rusli Habibie Inginkan MADU Jilid II

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 27 Juli 2017 | 12:14 WITA Tag: , , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Arah dukungan Ketua DPD I Golkar Gorontalo Rusli Habibie terhadap kader Golkar yang akan bertarung dalam helatan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) 2018 mulai nampak.

Rusli Habibie yang juga Gubernur Gorontalo kepada Gorontalo Post (grup hargo.co.id), Rabu (26/7) kemarin mengatakan, secara pribadi ia masih menginginkan Marten Taha dan dr.Budi Doku (MADU) untuk berpasangan kembali pada Pilwako mendatang, hal itu agar program MADU dapat berkesinambungan. “Jujur saya katakan, secara pribadi saya masih berkeinginan Marten Taha – Budi Doku bersama-sama, untuk program mereka terus berlanjut,”ungkap Rusli Habibie.

Kendati begitu, kata Rusli Habibie, keputusan menentukan calon wakil walikota, tetap ada pada Marten Taha sebagai calon walikota. “Pak Marten sebagai user, terserah dia masih ingin berpasangan dengan dr.Budi atau tidak, saya serahkan kepada pak Marten semuanya.”kata Rusli Habibie.

BACA  Pemprov Gorontalo Segera Salurkan Bansos Untuk Non DTKS

Sesuai ketentuan petunjuk pelaksanaan (Juklak) penjaringan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari partai Golkar, jika penjaringan dilakukan dari tingkat desa dan kecamatan. Setelah itu, beberapa nama yang muncur diserahkan DPD II ke DPD I untuk dilakukan survey.

Nah siapa yang akan ditetapkan sebagai calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah, partai Golkar kata Rusli jelas akan lebih mengutamakan kader. “Dan kader adalah kader terstruktur, terutama ketua DPD II.

BACA  Gubernur Berharap Pasar Murah Dapat Membantu Warga Selama Ramadan

Contoh kalau di Kota Pak Marten (Ketua DPD II Golkar Kota) dan di Gorontalo Utara ada Pak Thomas Mopili,”terang Rusli Habibie. Setelah DPP menetapkan calon kepala daerah, misalnya menetapkan Marten Taha sebagai calon walikota Gorontalo.

Maka DPP memberikan waktu sepekan kepada Marten Taha untuk segera mengusulkan nama calon wakil walikota, minimal tiga nama. “Pak Marten dengan dr.Budi Syukur, dengan siapa Syukur,”jelas Rusli Habibie. Sejauh ini, Marten Taha dalam mensosialisasikan diri sebagai kandidat calon walikota Gorontalo 2018-2023 hanya tampil sendiri.

Sejumlah figur pun mulai dipasang-pasangkan dengan mantan ketua DPRD Provinsi Gorontalo ini, misalnya dari unsur politisi, muncul Fedrianto Koniyo, Riyan Kono dan Erman Latjengke, sementara dari kalangan birokrat seperti Syarifudin Mosii dan Syamsu Qamar Badu. Marten Taha dalam wawancara sebelumnya menyebutkan, pasangan MADU jilid II tidak menjadi persoalan, baginya MADU II sah-sah saja.

BACA  Jelang Buka Puasa, Dua Desa di Limboto Barat Diterjang Banjir 

Tapi, MADU II akan terwujud jika menjadi ketetapan partai politik pengusung. “Tidak menutup potensi jalan dengan figur lain. Semua tergantung Parpol koalisi,” terangnya.

Sementara itu, dr.Budi Doku belakangan dipaketkan bersama mantan Bupati Boalemo Rum Pagau dengan nama PADI (Pagau-Budi). Pasangan ini bahkan telah dideklarasikan dengan tim pemenangan mantan Walikota Gorontalo Adhan Dambea. (tro/hg)


Komentar