Selasa, 2 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pilwako Gorontalo! Figur Wajib Bawa Bendera Parpol

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Jumat, 7 April 2017 | 13:25 WITA Tag: , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Tak adanya satupun Parpol di Kota Gorontalo yang layak mengusung tanpa harus koalisi, memunculkan wacana bahwa setiap figur wajib membawa bendera Parpol. Artinya, posisi apapun yang dibidik, seseorang harus didukung oleh Parpol, kecuali jika ingin lewat jalur perseorangan.

Analisa ini diutarakan, seorang politisi Partai Golkar, Suleman Tute ketika berbincang-bincang dengan Gorontalo Post (grup Hargo.co.id). Menurutnya, itu terjadi akibat Parpol peraih kursi di parlemen tak ada yang mencukupi 20 persen dari jumlah kursi. Imbasnya, ketika hendak ikut Pilwako, maka harus berkoalisi guna memenuhi syarat.

BACA  Asisten III Pemprov Gorontalo Jadi Pj. Sekda Pohuwato

“Jika demikian adanya, maka seseorang yang hendak ikut Pilwako, baik untuk posisi papan satu, maupun papan dua, harus membawa bendera Parpol. Kecuali lewat jalur perseorangan,” kata Suleman Tute.

BACA  McDonald's Kota Gorontalo Terbakar

Dimisalkan, ketika Partai Golkar mengusung pak Marthen Taha, maka calon pendampingnya harus datang dengan membawa Parpol pemilik kursi di parlemen. Alasannya, kursi milik Partai Golkar di parlemen tak cukup mengusung pasangan tanpa harus koalisi.

Lanjut katanya, bahkan seorang birokrat atau pengusaha (non politisi) yang memang ingin ikut Pilwako, maka haruslah menjalankan komunikasi dengan Parpol pemilik kursi di parlemen. Jika tidak, kecil kemungkinan akan tampil di Pilwako karena suatu pasangan bisa terwujud tergantung dari koalisi Parpol.

BACA  Pelantikan Tiga Kepala Daerah di Gorontalo Bakal Berlangsung Luring

“Partai Golkar di parlemen Kota Gorontalo hanya memiliki empat kursi. Artinya, butuh satu kursi untuk mememenuhi syarat. Parpol mana yang akan berkoalisi dengan Partai Golkar, tergantung dari komunikasi yang dijalankan oleh figur calon pendampingi pak Marthen Taha,” katanya. (jdm/hargo)


Komentar