Pilwako, Polres Kota Siapkan 300 Personel

Metropolis

Hargo.co.id GORONTALO – Polres Gorontalo Kota sudah memetakan indeks kerawanan konflik saat pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) Gorontalo 2018. Dalam pemetaan tingkat kerawanan itu, Polres Gorontalo Kota telah menyiapkan kurang lebih 300 personil, untuk mengamankan masing-masing tahapan Pilwako.

Bahkan 300 personil yang telah disiapkan, belum masuk Bawah Kendali Operasi (BKO) personil Polda Gorontalo termasuk Brimob. Disamping itu, prajurit TNI juga akan turut membantu pengamanan selama proses pelaksanaan Pilwako, dengan begitu Pilwako yang akan dilaksanakan 2018 mendatang, bisa dipastikan akan berjalan dengan lancar.

banner 728x485

“Teman-teman dari TNI juga akan turut mengamankan proses pelaksanaan Pilwako, sehingga untuk personil yang akan mengamankan rangkaian proses tahapan Pilwako sudah lebih dari cukup,” ujar Kapolres Gorontalo Kota AKBP. Yan Budi Jaya, saat melakukan pertemuan tatap muka dengan Wartawan.

Berbagai upaya nantinya akan dilakukan pihak Kepolisian untuk, mencegah terjadinya konflik saat Pilwako. Seperti upaya pendekatan kepada masing-masing pasangan calon juga akan lakukan, untuk mencegah terjadinya konflik.

Dijelaskan Kapolres, semua tahapan pelaksanaan Pilwako akan di jaga ketat mulai dari tahapan sosialisasi, penetapan pasangan calon, kampanye hingga penetapan pemenang Pilwako.

Namun untuk menjaga stabilitas keamanan daerah, saat pelaksanaan Pilwako diharapkan Kapolres, peran aktif media untuk tidak melakukan pemberitaan yang cenderung memicu konflik di tengah masyarakat, khususnya pendukung masing-masing pasangan calon. “Media juga sangat berperan dalam menciptakan kondisi stabilitas daerah,” ketusnya.

Sementara itu Kabag OPS Polres Gorontalo Kota, Kompol Pietmon Tamalawe, turut menambahkan, dalam menciptakan situasi aman dan kondusif menjelang Pilwako, pihak Kepolisian akan terus melakukan razia, baik di tempat hiburan malam, ataupun di kawasan yang dianggap rawan tindak kejahatan.

Dengan sasaran minuman keras, balap liar, hingga melakukan operasi sajam. Dengan begitu diharapkan tingkat kerawanan selama pelaksanaan Pilwako, benar-benar bisa teratasi. (tr-45/hg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *