Selasa, 7 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pimpin Rapat Forkopimda, Gubernur Gorontalo Minta Pelaporan Data Vaksinasi Diperbaiki

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Senin, 15 November 2021 | 20:05 PM Tag: , , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memimpin Rapat Forkopimda Diperluas secara daring yang berlangsung dari Mapolda Gorontalo, Senin (15/11/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Data vaksinasi Covod-19 dinilai sangat penting terutama agar semua pelayanan vaksinasi bagi warga masyarakat bisa terlaporkan dengan baik.

Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memimpin jalannya Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Diperluas, yang berlangsung dari Mapolda Gorontalo, Senin (15/11/2021).

“Dalam pencocokan data vaksinasi, permasalahan NIK harus menjadi perhatian. Tolong dilibatkan Dinas Dukcapil di kabupaten dan kota,” kata Rusli Habibie.

Lebih lanjut Gubernur Rusli juga menjelaskan, beberapa masalah pelaporan data vaksinasi di lapangan yakni kesalahan input NIK, tidak adanya jaringan internet serta keterbatasan petugas vaksinasi yang sekaligus menjadi penginput data secara daring. Menurutnya ada perbedaan data antara yang dilaporkan secara daring dengan data manual yang dimiliki petugas lapangan.

Samahalnya yang terjadi di Kota Gorontalo misalnya, laporan pertanggal 14 November 2021 di data KPCPEN untuk dosis I sebesar 65,01 persen sementara data manual sebesar 66,10 persen. Dosis II 41,81 persen dan data manual 42,51 persen. Dosis III 0,44 persen dibandingkan data manual 0.54 persen.

“Untuk dosis II kita masih rendah, ini tolong kita tingkat bersama-sama. Berikutnya, rentang waktunya tolong diperhatikan. Saya pernah menemukan warga yang sudah divaksin dosis I tapi sudah dua bulan belum divaksin dosis II,” jelas Rusli Habibie.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo per tanggal 14 November 2021, cakupan vaksinasi dosis I sudah mencapai 522.310 orang atau 55,66 persen, dosis II 288.586 orang atau 30,75 persen serta dosis III 3.713 orang atau 0,40 persen.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 20 times, 1 visits today)

Komentar