Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pinjam Duit Rp 150 Ribu, Nyawa Melayang Di Malam 1 Muharram

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 3 Oktober 2016 | 13:43 Tag: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Tragedi berdarah terjadi pada malam 1 Muharram di Desa Bendungan Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Sabtu (2/10).

Abdullah Biahimo (40) warga setempat tewas menggenaskan dengan kondisi leher nyaris putus setelah ditebas dengan parang oleh tetangganya sendiri SM alias Man (30). Masalahnya sepele, yakni hanya karena korban Abdullah diduga memaksa tersangka Man untuk pinjam uang sebesar Rp 150 ribu.

Informasi yang dihimpun Gorontalo Post (grup hargo.co.id) dari berbagai sumber menyebutkan, insiden pembunuhan itu terjadi sekira pukul 19.30 wita. Bermula ketika korban Abdulah Biahimo yang mengenakan kaos kerah garis-garis dengan paduan celana pendek warna coklat pamitan kepada Ija Lalu isterinya untuk keluar rumah pada pukul 19.00 Wita.

Saat pamitan, Abdulah mengaku hanya bermaksud membeli mie instan di salah satu kios yang tak jauh dari rumah mereka. Ditengah perjalanan, tepatnya di Dusun Botuliodu korban Abdulah Biahimo berpapasan dengan tersangka Man.

Pada saat itulah keduanya diduga terjadi adu mulut hingga akhirnya terjadi adu fisik bahkan sampai menggunakan senjata tajam (Sajam). Tersangka Man yang saat itu membawa sebilah parang diduga langsung melayangkan parangnnya ke arah korban.

Karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam kondisi gelap tak ada cahaya lampu, maka korban tak melihat jika sabetan parang Man langsung mendarat tepat di bagian leher dan rahangnya sebelah kiri. Saat itu korban yang sudah dalam kondisi sekarat dengan darah segar yang muncrat di bagian leher masih sempat meminta bantuan dan hendak menyelamatkan diri.

Namun, dengan posisi leher yang sudah nyaris putus serta kehabisan darah, seketika korban langsung roboh tepat di bawah anak tangga salah satu pemukiman warga di Dusun Botuliodu Desa Bendungan. Naasnya, korban baru ditemukan sekitar pukul 21.30 Wita, dengan kondisi tak bernyawa dan masih bersimbah darah oleh Hamid Paraga warga setempat.

(Visited 10 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar