Senin, 23 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



PJU di Kota Gorontalo Padam, Gubernur Panggil PLN

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Senin, 26 Oktober 2020 | 15:35 WITA Tag: , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berbincang dengan Manager PLN UP3 Gorontalo Supriyadi di kediaman pribadinya, Ahad (25/10/2020). (Foto: Istimewa/ HUMAS)


Hargo.co.id, GORONTALO – Begitu mendapat laporan sejumlah ruas jalan di Kota Gorontalo, penerangan jalan umum mati, Gubernur segera mengeceknya. Benar saja, ia juga mendapati PJU ada yang tidak dihidupkan, padahal menurutnya, Pemprov sudah memafasilitas dengan pengadaan PJU di sejumlah ruas jalan.

Pemadaman PJU di Kota Gorontalo menjadi perhatian Gubernur. Untuk menindaklanjuti keluhan tersebut, Gubernur Rusli mengundang secara khusus Manajer PLN UP3 Gorontalo Supriyadi di kediaman pribadinya, Ahad (25/10/2020).

“Beberapa hari lalu saya menerima laporan masyarakat beberapa jalan yang mercury lampu jalannya mati. Saya juga melihat sendiri ada beberapa ruas jalan yang mati. Saya telpon Pak Wali Kota ternyata alasannya belum terealisasi anggarannya,” tutur Rusli usai pertemuan.

BACA  Gubernur Serahkan Ribuan Masker pada Momen Hari Sumpah Pemuda

Pihaknya berharap agar PJU di Kota Gorontalo bisa menyala maksimal sesuai dengan komitmen bersama menjadikan ibu kota provinsi itu sebagai ‘Kota Terang’. Pemprov Gorontalo menurutnya sudah cukup maksimal membantu pemasangan penerangan jalan, masalah pembayaran menjadi kewenangan pemkot.

“Makanya tadi kepala PLN saya undang. Ini kan G to G (government to government), PLN plat merah. Masa tidak saling percaya? Makanya tadi dari PLN bilang akan segera ditinjau dan dinyalakan,” imbuhnya.

BACA  Instruksikan DPP, Kader Partai Golkar Wajib Menangkan SMS

Dilansir humas.gorontaloprov.go.id pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perkim Kota Gorontalo, Laida M. Ali mengakui jika dua bulan terakhir pembayaran pajak PJU belum bisa dibayarkan. Pihaknya masih menunggu APBD Perubahan disahkan.

“Tapi Minggu ini sudah kami bayarkan untuk dua bulan sampai September. Untuk Oktober SPM-nya sementara kita proses. Biayanya hampir Rp600 juta per bulan,” jelas Laida.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Gorontalo Supriyadi menilai masalah tersebut hanya sebatas miss komunikasi saja. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah kota dan menindaklanjuti permintaan tersebut.

BACA  Pembangunan Terhambat, Gubernur Gorontalo Temui Kepala BKPM

“Ini hanya miss komunikasi saja, pembayaran sudah dan kita akan segera tindaklanjuti,” ucapnya.

Gubernur Rusli berharap permasalahan PJU di Kota Gorontalo bisa segera diselesaikan. Hal itu dirasa penting untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi warga dan pengguna jalan. Beberapa tahun lalu pemprov juga sudah memberikan bantuan CCTV di 40 titik untuk memantau keamanan kota dari aksi kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas. Operasionalisasi CCTV tersebut terpusat di Polres Gorontalo Kota.(adv/rilis/hg)


Komentar