Sabtu, 11 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Plat Duicker Trans Sulawesi Ambrol

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Selasa, 10 April 2018 | 15:46 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Akses yang menghubungkan antara Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini terancam putus. Ini menyusul ambrolnya plat duicker yang berada di ruas jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Padengo, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato. Kondisi ini membuat masyarakat dan pengguna jalan terganggu bahkan terancam keselamatannya ketika melintas di kawasan itu.

Pantauan Gorontalo Post, menurut warga sekitar, jebolnya plat duicker tersebut karena tak mampu menampung beban yang berlebihan. Dengan peralatan seadanya, aparat kepolisian, para tokoh masyarkat dibantu masyarakat sekitarpun bersama-sama bahu-membahu untuk menanggulangi jebolnya plat duicker tersebut, agar bisa dilalui oleh para pengendara.

BACA  Kakek di Taluditi Ditemukan Tak Bernyawa di Semak-semak

Kepada Gorontalo Post, Joni, salah satu pengendara yang melintas mengungkapkan, jika jebolnya plat duicker ini bisa mengakibatkan putusnya akses yang menghubungkan Gorontalo dengan Provinsi Sulteng.

BACA  Gerhana Matahari Diamati di 31 Provinsi, di Gorontalo Mulai Pukul 15.28 WITA

“Tidak ada jalan alternatif lain, sebelah kiri dan kanan ini rawa. Jadi kalau plat duicker ini jebol semua, kami tidak bisa lewat. Sehingga saya mohon agar ini bisa segera diatasi pemerintah,” ungkap pengemudi Truk tersebut. Senada dikatakan Hamid, warga setempat, bahwa dirinya sangat geram karena hingga kini belum ada penanganan dari pihak terkait dengan jebolnya plat duicker ini.

BACA  Pesan Kapolri, Polisi Harus Ikhlas dan Humanis Melayani

“Tentu ini sangat mengancam keselamatan kami maupun para pengendara yang melintas, apalagi ini jalan trans sulawesi yang merupakan akses utama dan satu-satunya penghubung Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Mumpung kondisinya belum terlalu parah begini segera diperbaiki, jangan nanti sudah ambrol semua dan menimbulkan korban jiwa baru bertindak,” tandasnya. (MG-02)


Komentar