Jumat, 19 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Plataran L’harmonie Menjangan Masuk 100 Top Destinasi Hijau Dunia

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Kamis, 29 September 2016 | 12:33 Tag: , ,
  

Wonderful Indonesia
Hargo.co.id SLOVENIA – Anda pernah mampir ke Plataran L’harmonie Menjangan di Bali Barat-Utara? Yang harus memasuki hutan 4 kilometer dari Jalan Raya Gilimanuk-Buleleng? Yang konstruksi jalannya mempertahankan makadam atau bebatuan yang ditata tanpa aspal ataupun cor beton? Yang papan petunjuknya serba berbahan kayu dan artistik?

Kalau nasib sedang mujur, bisa bertemu menjangan bercula panjang, atau sekumpulan monyet yang jauh dari kesan “nakal.” Memang Anda tidak boleh memberi makan, kecepatan kendaraan tidak boleh lebih dari 10 km/jam, tidak boleh berburu, memancing sembarangan, apalagi memotong pohon-pohonan di sana.

Resort dengan bangunan yang “nangkring” di atas tanah itu menggunakan tagline, Integrated Eco Nature Development Park, yang dibangun di dalam Taman Nasional Bali Barat. Ada The Octagon di lantai tiga, yang bisa memandang panorama sun set, open space, sambil menikmati secangkir kopi panas.

Khas Plataran Group, memang menampilkan dekorasi koleksi barang-barang antik, di Bali itu juga akan Anda temukan lonceng raksasa dari Nederland, yang dipajang di lobi resto. Tembok-temboknya juga memanfaatkan bekas-bekas batu karang yang ditata rapi dan nyaman dipandang mata.

Di Hari Pariwisata Dunia “The Tourism Day” 27 September 2016, Plataran L’harmonie itu dinobatkan sebagai 100 top destinasi hijau dunia, dalam sebuah acara Global Green Destination Day di Ljubljana, Slovenia.

Indonesia diwakili David Makes, PT Trimbawan Swastama Sejati, yang membawa sukses melalui Plataran L’harmonie Menjangan. Selain Plataran, Misool Radja Ampat juga masuk 100 besar dunia tersebut. Pemilihan 100 destinasi dunia dari 46 negara termasuk Indonesia itu cukup membanggakan.

“Dengan terpilihnya Indonesia sebagai salah satu destinasi hijau pariwisata, itu konfirmasi bahwa pariwisata Indonesia diperhitungkan secara global. Ke depan pengembangannya diharapkan menjadi sebuah destinasi hijau, sehingga moto Kementerian Pariwisata Semakin Dilestarikan Semakin Mensejahterakan betul-betul konkret,” jelas David Makes yang juga Ketua Tim Percepatan Ecotourism Kemenpar itu.

Menpar Arief Yahya juga concern di eco tourism, yang menghitung berbagai kriteria yang tidak mudah bagi negara berkembang seperti Indonesia. Tetapi Mantan Dirut PT Telkom ini sudah berkomitmen, bahwa nature harus dijaga, dipertahankan, dan dilestarikan.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar