Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



RS Dunda Limboto Krisis Listrik

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 5 Oktober 2016 | 12:30 PM Tag: ,
  

LIMBOTO, Hargo.co.id —Pelayanan rumah sakit MM Dunda Limboto kini tak bisa berjalan maksimal.

Ini akibat suplai listrik ke rumah sakit tersebut telah dikurangi oleh pihak PLN Gorontalo. Tak hanya pelayanan administrasi semata, sejumlah pelayanan mendesak seperti operasi, cuci darah (hemodialisa) pun ikut terganggu.

Seperti kejadian, pada Selasa (4/10), dimana prosesi cuci darah pasien yang biasanya dijadwalkan pagi harus diundur sampai pukul 14.00 Wita, harus mengantri dan menunggu berkurangnya beban pemakaian listrik.

Direktur RS MM Dunda Limboto, Dr Nasir Abdul ketika mengakui masalah kurangnya suplai listrik ini akibat pengurangan daya yang diakibatkan oleh penyegelan yang dilakukan oleh pihak PLN.

Menurutnya, sebelumnya ada temuan dari pihak PLN saat pihak rumah sakit mengajukan permohonan penambahan daya.

Dimana, daya yang ada saat ini di rumah sakit MM Dunda sebesar 197 KV dan ingin ditambah menjadi 350 KV. Tetapi setelah dilakukan pengecekan oleh PLN, ternyata didapati sejak tahun 2013 pihak rumah sakit hanya membayar dalam kapasitas 105 KV.

Sementara beban yang digunakan oleh pihak rumah sakit adalah 197 KV.

“Itulah kenapa pihak PLN masih menyegel dan mengakibatkan suplai daya sedikit berkurang,” ungkap dr Natsir.

Lanjut dikatakannya, memang saat ini, kebutuhan listrik rumah sakit sangat besar, ini karena untuk perawatan anak sudah menyatu kembali dengan rumah sakit.

Sehingga ada beberapa ruangan yang butuh suplai listrik sangat besar, seperti ruang ICU, ICCU, PICU, NICU dan ruangan operasi ditambah dengan ruangan pelayanan lainnya yang semuanya butuh daya listrik.

“Dengan dilakukan penyegelan tersebut memang kita sangat butuh suplai daya listrik, sementara genset pun tak mampu menampung daya,” jelas dr Natsir.

Sementara itu, Manager PLN Gorontalo, Putu Eka Astawa saat dikonfirmasi mengatakan, masalah kelistrikan di rumah sakit Dunda Limboto disebabkan oleh putusnya pembatas daya.

“Pembatas daya ini mirip seperti MCB di rumah. Ketika daya yang digunakan oleh pelanggan melebihi daya kontrak, maka pembatas ini putus. Solusinya adalah pelanggan menambah daya listrik,” katanya.

Lanjut Putu Eka Astawa, apabila tidak ingin tambah daya, rumah sakit harus mengurangi penggunaan listrik agar sesuai dengan daya kontrak.

“Sejatinya rumah sakit harusnya ada genset cadangan, jika sewaktu waktu listrik PLN padam, maka genset dipakai untuk ruangan yang memang vital dan otomatis berpindah,” ujarnya.(wie/dan/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar