Sabtu, 11 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Plt. Sekda Boalemo Dijemput Petugas di Jakarta, Simak Berita dan Videonya

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Headline , pada Sabtu, 27 Juni 2020 | 15:24 WITA Tag: ,
  Plt Sekda Boalemo berinisial SH (Kemeja Cokelat) ketika digiring ke mobil tahanan oleh tim Kejari Boalemo dan Kepolisian, Sabtu (27/6/2020) di Bandara Djalaludin. (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Boalemo berinisial SH dibekuk oleh tim intelejen Kejaksaan Agung di salah satu hotel Jakarta, Jumat (26/6/2020) malam.

Informasi yang berhasil dihimpun, SH ditangkap karena mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Boalemo terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan irigasi air tanah dangkal, embung dan parit long storage dan pintu air di Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo.

Pejabat teras ini kemudian dibawa ke Gorontalo dengan pesawat Batik Air Boeing 737-8GP penerbangan rute Jakarta-Gorontalo. Tepat pukul 12.30 Wita, SH tiba di Gorontalo. Mengenakan kemeja coklat, SH langsung digiring oleh tim kejaksaan serta dua polisi berseragam lengkap ke mobil tahanan berplat DM 1768 CA menuju Boalemo dari Bandara Djalaludin, Sabtu (27/06/2020).

BACA  Soal Calon Pendamping Rustam Akili, Ini Kata Roman Nasaru

Dilansir dari Kronologi.id, Kejari Boalemo Bertinus Haryadi Nugroho yang ditemui di Bandara Djalaludin mengatakan, penangkapan SH itu dilakukan karena tersangka mangkir dari panggilan kejaksaan.

BACA  KPK Minta Erick Thohir Berikan Data 53 Dugaan Korupsi di BUMN

“Penangkapan dilakukan karena tersangka tidak mengindahkan panggilan kejaksaan. Tersangka ditangkap oleh tim intelejen Kejaksaan Agung pada Jumat malam (26/6/2020), tepat pukul 18.15 di salah satu hotel Jakarta. Kemudian diserahkan kepada kami,” ujar Bertinus.

Bertinus menjelaskan, penangkapan SH karena perkara tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan irigasi air tanah dangkal, embung dan parit long storage dan pintu air di Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo.

“Selanjutnya perkara ini langsung dinaikan ke tahap II serta penyerahan dan penerimaan tersangka dan barang bukti,” pungkas Bertinus.

BACA  30 Juni 2020, ASN Pemprov Gorontalo Mulai Ngantor

Saat diminta tanggapan terkait penahanannya, SH menolak untuk berkomentar banyak. “Langsung ke pengacara saya,” jawab SH singkat dari dalam mobil tahanan.

Pengacara SH, Duke Arie Widadgdo SH, MH, CLA yang dihubungi via seluler, enggan berkomentar. Dia hanya mengatakan, akan kembali menghubungi awak media.

“Nanti saya telepon lagi, ya,” ujar Duke Arie. (rwf/hg)


Video


Komentar