Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



PLTU Senilai 2 Triliun Dibangun di Gorut

Oleh Fajriansyach , dalam Ekonomi , pada Selasa, 9 Januari 2018 | 15:04 WITA Tag: ,
  


Gorontalo, Hargo.co.id – Satu lagi investasi besar masuk ke Gorontalo terhitung mulai 2018 ini. Ya, PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP) yang merupakan anak perusahaan dari PT Tora Bara akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkekuatan 2×50 Mega Watt (MW) di Gorontalo Utara (Gorut).

Nilai investasinya cukup fantastis, yakni berkisar US$ 210 Juta atau senilai Rp 2,7 Triliun (kurs 1 Dolar AS=Rp 13.000)

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI merilis sedikitnya ada 15 proyek investasi di Gorontalo Tahun 2018. Dari 15 proyek investasi tersebut, ada 3 proyek yang memiliki progres unggul.

BACA  Sah! Berikut Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2021

Semuanya investasi di bidang energi. Yang pertama adalah Sulbagut-1 Coal Fired Steam Power Plant-IPP (2×50 MW) dalam tahap konstruksi, kedua proyek Gorontalo Baru Elektrical Substation (150 Kv) dan Tilamuta Electrical Substation (150 Kv). Kedua proyek pembangunan gardu induk milik PLN tersebut statusnya sedang dalam proses tender.

Wartawan Gorontalo Post belum berhasil menghubungi pihak PT GLP baik via telepon maupun SMS untuk mengkonfirmasi terkait progres investasi, kemarin. Namun, Kadis Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Gorut, Hasan Hiola, membenarkan kabar tersebut.

BACA  Pandemi Covid-19 Bikin Permintaan akan Emas Naik Gila-gilaan

Dikatakan Hasan, bahwa pembangunan PLTU tersebut berlokasi di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Tomilito, “Tahap pembebasan lahan sudah. Kalau tidak salah ada lebih dari 20 hektar lahannya,” ungkap Hasan, kemarin, Senin (8/1).

Dia juga mengatakan bahwa segala proses terkait perizinan sudah selesai dan sekarang ini dalam tahap pembangunan. “Kalau di provinsi izin AMDAL-nya. Kalau kita khusus IMB. Ada juga beberapa izin dari pemerintah pusat, itu semua sudah selesai,” terang Hasan.

BACA  Bantu UMKM Kopi Pinogu, Wujud Komitmen PLN dalam Pembangunan

Dikutip dari website resmi PT Toba Bara, pembangunan PLTU tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan program pemerintah untuk membangun proyek pembangkit listrik yang ditargetkan sebesar 35.000 MW.

Bahan bakarnya menggunakan batu bara dan diprediksi akan menghabiskan 650 Ribu Ton batubara per tahun. Rencananya, pembangunan PLTU tersebut akan ditargetkan selesai pada 2020 mendatang sekaligus target untuk memasuki commercial on date (COD) atau fase komersial.(axl/hg)


Komentar