PLTU Tomilito Diduga Rambah Kawasan Hutan Mangrove di Gorut 

Ilustrasi Hutan Mangrove. Kebijakan pemerintah terkait dengan pembangunan di pesisir terkadang mengesampingkan hutan mangrove. Ini nampaknya terjadi di Gorut, yang mana pembangunan PLTU Tomilito diduga merambah hutan mangrove. (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pembangunan PLTU Tomilito, Gorontalo Utara (Gorut) nampaknya menimbulkan masalah baru. Jika sebelumnya, masalah yang hadiri yakni terkait pembebasan lahan, namun kini timbul masalah perambahan hutan kawasan mangrove.

Apalagi perambahan kawasan hutan mangrove, oleh DPRD Gorut dinilai di luar dari areal yang diizinkan. Makanya, DPRD akan seriusi masalah yang baru timbul ini.

“Adanya dugaan pemanfaatan hutan mangrove adalah di luar dari areal yang diizinkan. Ini pasti melanggar aturan dan perlu segera dicari kepastiannya,” kata Ketua Komisi III DPRD Gorut, Rahmat Lamadji.

Sebelumnya, Komisi III menggelar rapat koordinasi dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Tujuannya untuk membahas berbagai persoalan terkait dengan keberadaan dan aktivitas dari PLTU Tomilito.

“Namun dari beberapa OPD yang diundang, hanya Bappeda saja yang hadir, dan setelah berkoordinasi, diperoleh keterangan bahwa lahan mangrove yang saat ini dikelolah oleh PLTU Tomilito tersebut berada di luar dari arel yang diizinkan,” kata Rahmat.

Tentunya hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Harus ada keseriusan dari pemerintah daerah atas pengelolaan lahan yang diluar dari izn yang dikantongi.

“Apalagi pada areal tersebut akan dibangun dermaga misalnya untuk pemanfaatan kepentingan dari PLTU itu sendiri. Sementara izinnya bagaimana? Apakah telah mereka ajukan atau belum,” tutur Rahmat Lamadji.

Sebagai wakil rakyat tentu hal ini tidak dapat dibiarkan, dan merupakan hal yang wajar jika ini harus diusut tuntas. “PLTU beroperasi di Gorut, sementara untuk pemanfaatan lahannya dilakukan sebelum mengantongi izin. Tentunya ini merupakan hal yang dinilai merendahkan martabat daerah. Pemerintah daerah diharapkan untuk tidak tinggal diam dengan berbagai persoalan yang terjadi akhir-akhir ini,” tandasnya. (abk/hg)

-