Senin, 12 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



PMA Tiongkok Tertarik Bangun Smelter Mineral di Gorontalo, Ini Harapan Gubernur

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 17 November 2020 | 20:30 WITA
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat berbincang dengan salah satu calon investor asal Tiongkok, Senin (17/11/2020).


Hargo.co.id, GORONTALO – Penanaman Modal Asing (PMA) asal negeri Tiongkok Tertarik berinvestasi di Gorontalo. Sektor usaha yang dibidik yakni membangun smelter mineral dengan kapasitas produksi 500 ton per hari. Sebagai langkah awal, calon investor menemui Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (17/11/2020).

“Perusahaannya bergerak di sektor tembaga. Jika ada peluang, kita ingin bangun smelter di sini. Rencananya di Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo,” kata Uten Uloli, pengusaha yang mendampingi investor asal Tiongkok.

BACA  TP2DD Gorontalo Resmi Dikukuhkan, Ini Pesan Wagub

Menurut Uten, investor yang ingin menanam modal di Gorontalo memiliki pengalaman investasi di Sulawesi Tengah. Mereka punya perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah.

“Di situ ada tembaga, kayu balsa sama getah pinus. Nanti kita lihat, jika potensi Gorontalo ada apa aja nanti kita bikin juga di sini,” imbuhnya.

BACA  Wagub Gorontalo Instruksikan Produk Hukum Implementasi SDI Segera Disusun

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyambut baik niat investasi tersebut. Pihaknya mengupayakan segala kemudahan agar rencana tersebut bisa terwujud. Terpenting bagi Rusli, semuanya dilakukan sesuai mekanisme aturan yang berlaku.

“Nanti akan dilakukan pendampingan dari Dinas PNM, ESDM dan Transmigrasi. Diberi tahu syarat syarat pengurusan izin dan lain-lain. Jika izinnya keluar dan memang ada potensinya ya silahkan dibangun,” ujar Rusli.

BACA  Ingin Tahu Jumlah Saham Pemprov Gorontalo di BSG? Baca di Sini

Rusli meminta ada pemberdayaan warga lokal dengan menyerap sebagai tenaga kerja maupun pemasok bahan baku. Investasi diharapkan mampu menambah devisa dan membuka lapangan kerja yang pada gilirannya bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.(zul/adv/hargo)


Komentar