Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pohuwato Butuh Sub Penyalur BBM, Mau Tahu Kenapa?

Oleh Berita Hargo , dalam Kab. Pohuwato , pada Kamis, 20 September 2018 | 23:14 Tag:
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Banyaknya masyarakat Pohuwato yang masih kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), memunculkan ide agar dibentuk Sub Penyalur. Penyebabnya yakni tempat tinggal jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Hal ini disuarakan Wakil Bupati Pohuwato Amin Haras saat mengikuti Sosialisasi Implementasi Sub Penyalur BBM Dalam Rangka Percepatan Penerapan BBM 1 Harga Secara Nasional di Maqna Hotel Kamis (20/9) kemarin.

Kegiatan ini dihadiri Anggota DPR RI Komisi VII Fadel Muhammad, Anggota Komite BPH Migas Sumihar Panjaitan, Perancang Peraturan Perundang-undangan Muda Biro Hukum Kementerian ESDM Muhidin, Marketing/Manajer Wilayah Suluttenggo PT Pertamina Persero 7 Danil Alhapsi dan Hari Pratoyo selaku Komite BPH Migas.

Anggota Komisi VII Fadel Muhammad dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat terus berupaya agar bagaimana harga minyak ini tidak anjlok di desa atau daerah yang Tertinggal, Terluar dan Terdepan atau yang dikenal dengan 3T.

“Maka hal ini oleh Presiden dirasa tidak adil sehingga pemerintah menyesuaikan harga dengan menugaskan BPH Migas, karena UU No 22 tahun 2001 pasal 8 di mana UU memerintah kepada pemerintah wajib menyediakan dan melancarkan distribusi BBM yang melaksanakannya adalah Pertamina,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Amin Haras mengatakan bahwa di Pohuwato ada beberapa titik yang sangat memerlukan sub penyalur. Karena masih sangat banyak masyarakat yang jauh dari jangkauan SPBU.

“Mengingat bahwa daerah paling ujung barat Provinsi Gorontalo ini didominasi oleh petani dan juga nelayan yang tentunya membutuhkan pelayanan yang terjangkau, sehingga diminta pola dan mekanisme pembentukan sub penyalur benar-benar sesuai dengan yang dibutuhkan.

Maka dengan adanya ketentuan Sub Penyalur ini lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat terhadap BBM yang harganya sesuai dengan yang ditetapkan ini terutama daerah-daerah yang jauh dari SPBU seperti halnya Kecamatan Taluditi dan Wanggarasi.

“Karena di wilayah yang jauh dari SPBU itu masyarakat membeli BBM yang harganya sudah tidak sesuai lagi. Sehingga dengan adanya Sosialisasi ini maka harus segera dilakukan pembentukan Sub Penyalur di beberapa titik yang jauh dari SPBU sehingga masyarakat mendapatkan harga yang sama dengan di SPBU,” pungkas Wabup Amin. (mg01/gp/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar