Jumat, 26 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polda Gorontalo Amankan Dua Pelaku Perdagangan Merkuri Ilegal

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 26 Januari 2021 | 12:05 WITA Tag: , ,
  Polda Gorontalo berhasil mengamankan dua orang masyarakat atas dugaan kepemilikan merkuri atau air perak ilegal. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Personel Direktorat Intelkam Polda Gorontalo, berhasil mengamankan dua orang masyarakat yang diduga merupakan penampung hasil pertambangan, yang diduga tanpa izin, berupa mineral jenis merkuri (Air Perak). Dua orang tersebut yakni FA dan AM.

Dir Reskrim Khusus Polda Gorontalo, melalui Kasubdit IV Tipidter, Kompol Indra F. Dalimunthe,S.H, S.I.K menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku beradal saat ditemukannya mineral jenis merkuri di rumah milik FA, yang berdasarkan keterangannya, mineral jenis merkuri tersebut adalah milik I dan A, yang berada di Kota Seram, Maluku Utara.

BACA  Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Bone Raya Intens Gelar Operasi Yustisi

Kemudian berdasarkan keterangan dari AM, mineral jenis merkuri tersebut adalah milik A alias Mances yang tinggal di Kota Seram Ambon, yang dititipkan dirumahnya. Yang pada Senin, 18 Januari 2021, A memintanya untuk membantunya membawa merkuri tersebut ke Desa Buloila, Kecamatan Sumalata, untuk diserahkan kepada FA untuk dijualkan. Jika telah diantar, A akan memberikan imbalan padanya.

“Dari hasil introgasi kepada pelaku FA, mineral jenis merkuri tersebut diperintahkan I, untuk dijualkan kepada seseorang yang bernama AIN, dengan harga Rp 1.050.000,- per botol. Yang mana I menjanjikan kepadanya, akan diberi uang jalan Rp 500 ribu, apabila telah menjual 60 botol mineral jenis merkuri tersebut,” jelas mantan Waka Polres Gorontalo Kota ini.

BACA  Polda Gorontalo Akan Menindak Tegas Soal Peredaran Narkoba

Lebih lanjut ditambahkan Alumnus Akpol 2005 ini, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, 60 botol mineral jenis merkuri, 1 unit Hp merk Vivo Y12 warna hitam, milik FA dan 1 unit handphone merk Nokia type RH-93 warna hitam, milik AM.

“Untuk kedua pelaku akan dikenakan pasal 161 Undang-Undang nomor 3 tahun 2020 atas perubahan terhadap Undang-Undang nomor 4 tahun 2009, tentang Pertambangan Minerba, dengan ancaman hukuman terhadap kedua pelaku adalah maksimal 5 tahun penjara,” ungkapnya.

BACA  Operasi Pekat Otanaha, Sebanyak 699 Botol Miras Diamankan Polda Gorontalo

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono, S.I.K membenarkan, bahwa personel Dit Intelkam Polda Gorontalo bersama Dit Reskrimsus Polda Gorontalo, berhasil mengamankan dua orang pelaku penjual Air Perak (Merkuri) ilegal.

“Keberhasilan Polda Gorontalo ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Kapolda Gorontalo, yang menegaskan akan menertibkan semua kegiatan yang bersifat ilegal. Apalagi yang beradampak terhadap masyarakat,” tutup mantan Kapolres Bone Bolango ini.(jc/hg)


Komentar