Sabtu, 26 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polda Gorontalo Gagalkan Penyelundupan 9.400 Liter Cap Tikus

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Metropolis , pada Senin, 9 Desember 2019 | 13:30 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Otanaha III yang dilaksanakan Polda Gorontalo sejak (06/12/2019) mulai membuahkan hasil. Buktinya, Polda Gorontalo dalam hal ini Sat Narkoba, berhasil menggagalkan penyelundupan Minuman Keras (Miras) jenis Cap Tikus, Senin (09/12/2019) sekira pukul 03.00 WITA, di wilayah perbatasan antara Sulawesi Utara dan Gorontalo, tepatnya di Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara.

Penyelundupan Miras ke wilayah Gorontalo sudah kerap terjadi. Namun, kali ini jumlahnya cukup mencengangkan yakni kurang lebih 9.400 Liter.

BACA  Mobil Mini Bus Seruduk Rumah Warga, Sopir Diduga Ngantuk

“Dini hari tadi, anggota kami berhasil menggagalkan penyelundupan Cap Tikus. Jumlahnya kurang lebih 9.400 liter yang dikemas dalam kantong ukuran besar yang jumlahnya 265 kantong yang jika dirupiahkan mencapai 180 Juta,” ungkap Menurut Wakil Direktur Sat Narkoba Polda Gorontalo, AKBP Witarsa Aji, S. Ik, SH, MH, saat jumpa pers di halaman Mapolda Gorontalo.

Diungkapkannya pula, peredaran Cap Tikus yang digagalkan pihaknya itu berkat informasi masyarakat. “Hari minggu (8/12/2019) kami mendapat informasi bahwa akan ada pengiriman Cap Tikus dari Sulut ke Gorontalo melalui jalur darat. Berbekal informasi itu, anggota langsung melakukan operasi,” kata Witarsa.

BACA  Sesosok Mayat Pria Ditemukan di Perkebunan di Boalemo

Lebih lanjut, Witarsa membeberkan, miras itu diangkut menggunakan 3 mobil, masing-masing mobil puso dengan nomor polisi DB 8965 BI mengangkut 230 kantong ukuran besar, mini bus dengan nomor polisi B 1008 KKG mengangkut 10 kantong dan pick up nomor polisi DB 8041 BJ 25 kantong dari daerah Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan. Sedangkan, pemiliknya ada 2 orang, yakni berinisial R dan J.

BACA  Anak Dibunuh Orang Tua karena Susah Belajar Online, KPAI Berduka

“Dari pengakuan para supir yang membawa miras ini, pemiliknya adalah warga Minsel dengan inisial R dan J,” ujar Witarsa dan menambahkan, Miras ini akan dikirim ke wilayah Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Gorontalo dan wilayah Kalimantan.

“Barang haram ini merupakan pesanan warga Paguyaman dan Kalimantan,” tandas Witarsa.

Terakhir, Witarsa menghimbau kepada seluruh masyarakat Gorontalo untuk dapat terus bekerja sama dengan pihaknya dalam rangka memberantas peredaran Miras.(rwf/hg)


Komentar