Polda Gorontalo Gagalkan Penyelundupan Narkoba. Eh, Ada Video Penangkapan Tersangka

Konferensi Pers yang digelar Polda Gorontalo terkait penyelundupan 243 gram Narkoba jenis sabu. (Foto Natha/Hargo.co.id)

Konferensi Pers yang digelar Polda Gorontalo terkait penyelundupan 243 gram Narkoba jenis sabu. (Foto Natha/Hargo.co.id)

Hargo.co.id, GORONTALO – Jajaran Direktorat Narkoba Polda Gorontalo berhasil menggagalkan peredaran narkoba dari wilayah Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang akan dibawa ke Gorontalo dan Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Tak tanggung-tanggung, penyelundupan barang bukti narkoba jenis sabu itu pun berjumlah kurang lebih 243,15 gram. Bahkan barang bukti tersebut, merupakan yang tertinggi atau terbanyak selama Polda Gorontalo terbentuk.

Informasi yang dirangkum Hargo.co.id, awalnya Panit Opsnal Dit Narkoba Polda Gorontalo, Ipda Renly Turangan, SH mendapatkan informasi dari masyarakat, dimana akan ada pengiriman barang berupa narkoba jenis sabu, dari arah Kabupaten Sidrap, Sulsel.

Atas informasi itu, anggota Opsnal Polda Gorontalo langsung melakukan penyelidikan sejak 18 September 2019, dan tepat pada 20 September 2019, sekitar pukul 13.45 Wita. Satu unit mobil yang dicurigai membawa narkoba dengan jenis mobil Xenia warna putih dengan nomor Polisi DM 1477 F, langsung diberhentikan di Desa Kaaruyan, Kecamatan Mananggu, Boalemo.

BACA  Orang Tua Calon Bintara Temui Kapolda Gorontalo

Baca: Polsek Dungingi Temukan Narkoba di Salah Satu PO

Dari hasil pemeriksaan serta penggeledahan, terhadap pengemudi AS (40), warga Desa Tenggela, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, ditemukan lima sachet besar yang diduga narkoba jenis sabu yang terbungkus dalam plastic berwarna hitam, yang disembunyikan dibawah tempat duduk bagian belakang.

Tersangka AS kemudian mengakui bahwa lima sachet besar itu merupakan narkoba jenis sabu yang dipesan oleh seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado, Sulut. Atas tangkapan tersebut, tersangka langsung digiring ke Polda Gorontalo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tak hanya sampai disitu saja, Tim Opsnal kembali melakukan penangkapan pada Sabtu (21/09/2019) sekitar pukul 18.45 Wita, di jalan Taman Pendidikan, Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Kali yang ditangkap adalah kurir ke dua yakni ZM, yang merupakan suruhan dari narapidana yang ada di Lapas Manado dan juga masih sebagai keluarga dari narapidana tersebut. Setelah itu, Dit Narkoba Polda Gorontalo kemudian melakukan pengembangan lagi hingga ke Lapas Manado.

BACA  Mahasiswa dan Polisi Pasang Lilin di Halaman Polda Gorontalo

Dari pengembangan tersebut serta komunikasi dengan Dit Narkoba Polda Sulut, pihaknya langsung mengamankan seorang napi bernama AK yang diduga sebagai pemilik dari narkoba tersebut.

Direktur Narkoba Polda Gorontalo, Kombes Pol. Dewa Putu Gede Artha,S.H,M.H yang didampingi Kabid Humas AKBP Wahyu Tri Cahyono,SIK dalam jumpa pers tersebut mengatakan, rencananya barang haram berupa narkoba ini akan diperjualbelikan di Gorontalo dan juga Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Sejumlah barang bukti yang telah diamankan yakni 243,15 gram narkoba jenis sabu, plastic kip kecil dalam jumlah banyak, handphone dan lain sebagainya.

Video

“Alhamdulillah ini merupakan keberhasilan Dit Narkoba Polda Gorontalo dalam mengungkap kasus narkoba yang merupakan jaringan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), dimana ada tiga orang yang telah kami tetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan pemeriksaan pula terhadap ketiganya. Para tersangka pula telah dilakukan pemeriksaan urine, dan hasilnya negative,” jelas mantan Direktur Narkoba Polda D.I.Y ini.

BACA  Orang Tua Calon Bintara Temui Kapolda Gorontalo

Ditambahkan pula, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan terkait dengan hasil penangkapan tersebut. Untuk para tersangka, dijerat dengan Pasal 114 ayat 2, subsider Pasal 112 ayat 2, Undang-Undang nomor 35 tauhn 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana matia, pidana seumur hidup atau pidana paling lama 20 tahun penjara.

“Kini para tersangka masih dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut. Kami pun berterima kasih atas bantuan dari masyarakat, sehingga peredaran narkoba di wilayah Gorontalo bisa terungkap,” pungkasnya. (kif/hg)

-