Polda Gorontalo Periksa Polres Pohuwato, Terkait Apa Ya?

Ilustrasi

Hargo.co.id, GORONTALO – Terkait dengan informasi hilangnya barang bukti berupa alat berat di Polres Pohuwato, Kapolda Gorontalo Brigjen Pol. Drs. Rachmad Fudail, MH langsung memberikan perintah kepada Direktorat Kriminal Khusus (Dit Krimsus) untuk melakukan asistensi ke Polres Pohuwato guna pemeriksaan dan klarifikasi.

Kedatangan tim asistensi yang dipimpin langsung oleh Kompol Indra F. Dalimunthe,SH,SIK, dilakukan pada Selasa (27/8) beserta anggota Unit Tipiter Dit Krimsus Polda Gorontalo. Ada tiga hal penting terkait penanganan kasus yang dilakukan pemeriksaan dan diklarifikasi terhadap Polres Pohuwato, mulai dari dititip rawatkan barang bukti, penanganan kasus mangrove, galian C hingga pertambangan.

Kapolda Gorontalo, Brigjen Pol. Drs. Rachmad Fudail,MH ketika diwawancarai melalui Kanit Tipiter Dit Reskrimsus, Kompol Indra F. Dalimunthe,SH,SIK, Rabu (28/8) di Polda Gorontalo membenarkan adanya asistensi di Polres Pohuwato.

Terkait dengan persoalan alat berat yang diinformasikan telah dipinjampakaikan? Itu sudah sesuai dengan aturan dan prosedur, sebagaimana diatur dalam KUHAP, Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 10 hingga Perkap nomor 14 tahun 2012. Dengan demikian, tidak ada masalah soal barang bukti tersebut.

Direktorat Kriminal Khusus (Dit Krimsus) melakukan asistensi di Polres Pohuwato.

“Dalam Perkap nomor 14 tahun 2012 sangat jelas penjelasannya pada Pasal 61 dimana terhadap benda atau barang sitaan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan memerlukan perawatan dengan biaya tinggi, dapat dititip rawat kepada orang yang berhak atau orang dari mana benda itu disita. Kalau alat berat jenis eskapator itu tidak dirawat, maka pasti akan rusak,” jelasnya.

Lanjut kata Alumnus Akpol 2005 ini, barang bukti bisa dititip rawatkan dan pemilik berkewajiban untuk tidak merubah bentuk atau diperjualbelikan dan wajib dihadirkan ketika sewaktu-waktu penyidik memintanya. Jadi kata mantan Waka Polres Pohuwato ini, ada empat kasus yang ditangani oleh pihak Polres Pohuwato yang menjadi perhatian. Diantaranya, kasus dugaan illegal loging, pertambangan, mangrove dan juga BBM.

“Kapolda Gorontalo telah menyampaikan bahwa ini menjadi perhatian karena perbuatan tersebut merugikan masyarakat dan juga Negara, sehingga menjadi atensi,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, terkait dengan perkara tersebut, memang membutuhkan proses dan tidak serta merta langsung menetapkan tersangka. Salah satu kendala yakni saksi ahli, karena saksi ahli ada yang berada di Gorontalo dan ada pula yang berada di Jakarta. Dengan banyaknya masalah, tentu harus antrian untuk menghadirkan saksi ahli dalam perkara khusus seperti ini.

 Contohnya saja untuk kasus pertambangan, harus dilakukan pemeriksaan terhadap Dinas Pendapatan Daerah, kemudian ke ESDM dan seterusnya. Jadi, prosesnya memang cukup panjang, karena ini menyangkut tindak pidana khusus.

“Keterangan ahli sudah kami minta agar bisa disegerakan dan penyidik kiranya tidak henti-henti melakukan koordinasi serta komunikasi. Kami pun dari tim turut menambahkan beberapa pasal terkait dengan perkara yang ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Pohuwato, tapi Pasal itu pun tetap harus dipertanyakan kepada ahli. Dua pekan minggu kedepan ini kami harapkan agar ada perkembangan signifikan dan terkait BBM, itu menunggu dari pusat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Pohuwato, AKBP Agus Widodo,SIK,MH melalui Kasubag Humas AKP Bernadin Situngkir,SH mengemukakan, apa yang telah dilaksanakan oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Pohuwato, sudah sesuai dengan proses dan prosedur atau pun mekanisme aturan yang ada.

“Jadi, dari hasil asistensi yang dilakukan oleh pihak Polda Gorontalo, tidak ada masalah soal proses titip rawat barang bukti hingga proses dan prosedur penyelidikan dan penyidikan perkara,” tegas mantan Kepala BNNK Pohuwato ini.(kif/hg)

-