Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polemik Calon Terpidana, Rusli: Saya Patuh Aturan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 14 September 2016 | 09:00 Tag: , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Langkah Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang akan bertarung untuk periode kedua pada Pilgub 2017 kembali terbuka lebar.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPR RI bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memutuskan, terpidana dengan hukuman percobaan bisa mendaftarkan diri sebagai peserta Pilkada.

Berdasar hasil RDP, maka putusan Mahkamah Agung (MA) atas kasasi yang diajukan Rusli Habibie dipastikan tak akan menghalangi pencalonan petahana (incumbent) Pilgub 2017 tersebut.

Rusli Habibie yang dikonfirmasi terkait hasil RPD melalui juru bicara Ghalib Lahidjun menyampaikan, bila pihaknya menghormati dan tunduk atas segara aturan yang berlaku di Negara ini.

“Pak Rusli akan tuntuk dan patuh pada setiap aturan,”ujar Ghalib Lahidjun singkat Senin (12/9).

Sebagaimana diketahui, terpidana hukuman percobaan akhirnya diputuskan bisa mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Keputusan itu diambil dalam rapat dengar pendapat (RDP) komisi II dengan KPU dan pemerintah Sabtu malam (10/9).

’’Sudah diputuskan, diakomodasi,’’ tutur Ketua Komisi II Rambe Kamarul Zaman saat dihubungi kemarin (11/9).

Dia mengungkapkan, keputusan yang tercapai tidak lagi semata-mata hukuman percobaan. Cakupannya jadi lebih luas, yaitu orang yang tidak dipenjara. ’

’Intinya, orang yang tidak dipenjara, jadi nggak perlu repot,’’ imbuh politikus Partai Golkar tersebut.

Rambe lalu menjelaskan bahwa di UU memang tidak diatur soal terpidana hukuman percobaan dilarang mencalonkan diri menjadi kepala daerah. Yang diatur hanya larangan terpidana mencalonkan diri.

(Visited 2 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar