Sabtu, 27 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polemik Iwan Bule, Kapolri Disarankan Temui Presiden 

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 23 Juni 2018 | 05:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, JAKARTA – Ketua DPP Gerindra Moh Nizar Zahro menyarankan agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian bicara kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk membatalkan pelantikan Komjen Pol Mochamad Iriawan atau yang sering disapa Iwan Bule sebagai Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat.

Nizar mengatakan, keputusan kapolri yang dengan cepat mencopot Wakapolda Maluku Brigjen Pol Hasanuddin lantaran terindikasi memihak pada salah satu pasangan calon patut diapresiasi. Karena itu dia juga mendorong Jenderal Tito juga merespons polemik di Jabar.

BACA  SKB Tiga Menteri Bisa Bikin Siswi Berperilaku Semaunya

“Daripada Polri jadi bulan-bulanan kritik publik, lebih baik kapolri mengusulkan kepada Presiden dan Mendagri untuk membatalkan pengangkatan Komjen Pol M Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar,” ucap Nizar kepada JPNN, Jumat (22/6).

BACA  Diduga Mesin Bermasalah, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Sepinggan Balikpapan

Dia mengingatkan agar Polri hendaknya berpegang teguh pada aturan perundang-undangan, khususnya UU Polri yang memerintah Korps Bhayangkara untuk netral dalam kancah politik praktis.

“Kapolri harus bertindak tegas terhadap semua personil Polri yang diduga berpihak pada calon tertentu. Netralitas Polri adalah harga mati dan jangan terseret rayuan politik yang bisa mendegradasi nama baik Polri,” kata politikus Senayan ini.

BACA  Polda Jabar Copot Kapolsek Astanaanyar, Kompol Yuni. Ingin Tahu Kenapa?

Politikus yang juga Ketum PP Satria Gerindra ini juga berharap elite Polri tidak menggadaikan netralitas institusi tersebut untuk kepentingan sesaat. Apalagi rakyat sudah cerdas dan akan memantau setiap gerak langkah Polri. (fat/jpnn/hg)


Komentar