Kamis, 19 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polemik Kematian Bayi di RS Dunda Berakhir Damai

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Minggu, 15 Agustus 2021 | 06:07 Tag: , ,
  Sekretaris Dinas PP-PA, Asna Rahim bersama keluarga dan pihak manajemen RS. Dunda Limboto usai pertemuan, Jumat (13/08/2021). (Foto :Alosius Budiman/ HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Polemik terkait dengan kasus kematian bayi yang dialami oleh pasangan muda asal Desa Otiola, Kecamatan Ponelo Kepulauan berakhir damai. Pihak keluarga telah mendapatkan penjelasan secara medis terkait hal-hal yang dirasa janggal dan dipertanyakan ke pihak Rumah Sakit (RS) Dunda Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Hal tersebut sebagaimana yang dijelaskan oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Gorontalo Utara (Gorut), Asna Rahim yang ikut mendampingi pihak keluarga saat proses mediasi dan permintaan penjelasan tersebut sejak pekan kemarin.

Asna dalam penjelasannya saat ditemui usai proses mediasi di RS. MM Dunda Limboto, Kamis (13/8) kemarin mengatakan bahwa pihaknya memang secara khusus mendampingi pihak keluarga. 

“Dan pada pekan kemarin bersama dengan pihak keluarga yang keberatan menemui pihak manajemen RS. MM Dunda Limboto untuk meminta penjelasan atas beberapa hal terkait dengan kematian anak pertama dari pasangan muda tersebut,” ungkapnya.

Untuk diketahui, persoalan ini terkait dengan kematian bayi yang lahir dari operasi yang oleh keluarga setelah akan dimandikan. Yang mana  menemukan beberapa tanda membiru dan juga luka di beberapa bagian tubuh. Sehingga oleh pihak keluarga merasa bahwa ini merupakan hal yang janggal. Untuk meninggalnya bayi tersebut itu sudah merupakan takdir, namun yang dipertanyakan adalah bekas yang ada pada tubuh bayi tersebut.

Oleh pihak RS. Dunda, kata Asna, pada saat pertemuan telah dijelaskan apa yang menjadi pertanyaan dari pihak keluarga. 

“Penjelasan secara medis telah dijelaskan kepada pihak keluarga, dan pihak keluarga telah menerima penjelasan tersebut,” tegasnya.

Bahkan pihak manajemen dan dokter juga siap membantu ketika pasangan muda tersebut nantinya akan memprogramkan kehamilan berikutnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 9 times, 1 visits today)

Komentar