Senin, 23 Maret 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polemik Petani Plasma dan PT. ASS Temui Titik Terang

Oleh Sunarto Nusi , dalam Advertorial Kab. Boalemo , pada Minggu, 16 Februari 2020 Tag:
  Suasana rapat Pemkab Boalemo bersama Forkopimda dalam rangka membahas tuntutan masyarakat petani plasma beberapa waktu lalu yang berlangsung Jumat (14/02/2020). (Foto Istimewa/Humas Boalemo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Polemik antara masyarakat petani plasma bersama perusahaan kelapa sawit, PT Agro Artha Surya (PT ASS) perlahan menuai arah titik terang. Itu setelah Pemerintah Daerah di bawah komando Bupati Boalemo Hi. Darwis Moridu bersinergi bersama Forkopimda mengadakan pertemuan untuk kesekian kali pada Jumat (14/02/2020).

Pertemuan ini menghadirkan langsung pimpinan PT ASS sebagaimana harapan pemerintah daerah belakangan. Di mana, pimpinan anak perusahaan milik Arthalita dimaksud yakni Rommy Dharma Setiawan. Selain itu, hadir pula Kapolres Boalemo AKBP Ahmad Pardomuan SIK.MH, Wakil Bupati (Wabup) Anas Jusuf, pimpinan DPRD serta pemerintah kecamatan dan unsur pemerintah desa.

Sepanjang pertemuan tersebut, sedikitnya menghasilkan 5 poin penting kesepakatan sebagai upaya solusi penyelesaian tuntutan kalangan masyarakat petani. Poin dimaksud yakni pertama pihak perusahaan akan memaksimalkan waktu penyelesain selama deadline 2 bulan diberikan pemerintah daerah atau paling lambat Maret 2020 mendatang.

Selanjutnya, menyangkut lahan kurang lebih 1.400 hektar semula belum dikelola, maka segera ditanami oleh pihak perusahaan. Pihak perusahaan juga diminta untuk melakukan pemeliharaan lahan, baik yang sudah ditanami sawit maupun yang belum.

Demikian halnya untuk BPJS karyawan oleh pihak perusahaan akan menyelesaikan pembayaran paling lambat 31 Maret 2020. Sedangkan harapan pihak koperasi soal keterbukaan perusahaan dalam bagi hasil segera akan disahuti.

Bupati Boalemo Hi Darwis Moridu dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa semua persoalan selama ini diminta tuntas dengan mengedepankan asas musyawarah antara semua pihak terkait. Terutama pihak Perusahaan Kepala Sawit, PT. ASS bersama masyarakat petani plasma maupun koperasi. Dirinya pun yakin, ketika langkah itu ditempuh, maka pasti akan ada solusi yang didapat.

“Saya simpulkan dulu bahwa semua persoalan-persoalan seperti halnya bagi hasil yang belum sesuai perjanjian akan segera diselesaikan pihak perusahaan. Saya sudah mendengar dari pimpinan perusahaan, itu akan diupayakan. Saya yakin dan percaya kesepakatan-kesepakatan yang dihadiri langsung pimpinan PT ASS ini, Insya Allah akan terwujud,” ungkap Bupati Darwis Moridu.

Lanjut Bupati, untuk pembagian plasma yang belum tertanam, dimana diminta mempekerjakan pemilik lahan dari penjelasan pihak perusahaan justru sudah tidak ada lagi yang mau. Alasannya, gaji yang terlambat.

“Persoalan itu pada waktu kemarin-kemarin, hari ini saya berharap agar persoalannya tidak terulang lagi, termasuk keterlambatan gaji,” harap Bupati Darwis Moridu.

Lebih lanjut, ia mendorong ketika ada permintaan tenaga kerja masyarakat. Mengingat sejauh ini, oleh perusahaan mempekerjakan lebih dari 300 tenaga kerja asal Boalemo. Artinya, perusahaan turut membuka lapangan pekerjaan guna menekan pengangguran. Begitu pula lahan yang akan diolah diminta tidak dihalang-halangi.

“Biarkan dulu mereka bekerja. Sedikitnya saya sampaikan, ini hanya kendala persoalan musyawarah yang tidak konek antara petani plasma dan perusahaan termasuk juga koperasi. Karena itu, pihak koperasi diharapkan perlu untuk duduk bersama pimpinan PT ASS. Semua harus dijelaskan secara terbuka. Saya rasa kalau musyawarah itu dilaksanakan, maka pasti akan ada solusi. Saya perlu tegaskan bahwa, saya tidak pernah membela pihak perusahaan, sebaliknya justru saya lebih membela kepentingan rakyat saya. Yakni masyarakat petani,” tegas Panglima Petani Boalemo ini. (nrt/adv/hg)