Saturday, 24 July 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polemik Tapal Batas Berakhir, Wilayah Gorontalo Utara Masih Utuh

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Saturday, 19 June 2021 | 06:05 AM Tags: , ,
  Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu (kelima dari kiri) bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (ketiga dari kiri) dan pihak terkait lainnya usai pembahasan tapal batas. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Penegasan tentang batas daerah antara Sulawesi Utara (Sulut), Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Gorontalo, akan diterbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) yang sesuai dengan jadwal yang diterima itu pada Agustus mendatang.

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu saat dimintai keterangannya terkait dengan polemik batas wilayah antara Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo dengan Buol, Provinsi Sulteng. 

“Permendagrinya sesuai dengan jadwal yang diterima nanti Agustus mendatang tentang penegasan batas wilayah Sulut, Sulteng dan Gorontalo,” ungkapnya.

Hal tersebut, kata Thariq Modanggu, tidak terlepas dari berakhirnya sengketa tapal batas antara Provinsi Gorontalo dengan Provinsi Sulteng yang telah berakhir dengan baik. 

“Persoalan tapal batas telah berakhir dengan baik, dan masing-masing daerah telah bersepakat terkait dengan batas-batas wilayahnya,” tegas Thariq Modanggu.

Tentunya ini merupakan kabar yang menggembirakan bagi daerah dan juga masyarakat Gorontalo Utara, karena persoalan tapal batas yang cukup menyita waktu dan tenaga tersebut berakhir dengan baik. 

“Alhamdulillah kita bersyukur sengketa ini telah berakhir dengan kesepakatan yang menggembirakan,” kata Thariq Modanggu.

Dalam dalam proses penyelesaiannya, kata Thariq Modanggu, tidak ada bagian dari wilayah yang masuk dalam pemerintahan Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo yang berubah statusnya menjadi wilayah dari Kabupaten Buol Provinsi Sulteng. 

“Apa yang menjadi wilayah Kabupaten Gorut yang ada di Kecamatan Tolinggula itu utuh dan tetap menjadi wilayah Gorontalo Utara,” ujarnya.

Tentunya ini hal yang patut kita syukuri bersama, kata Thariq Modanggu, dan dalam rangka menghadapi dan menyelesaikan persoalan tapal batas tersebut memang harus dihadapi dengan baik. 

“Kesepakatan berakhir dengan baik dan damai dan pertemuan tersebut dimediasi Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan,” urainya.

Thariq Modanggu mengajak seluruh masyarakat Gorontalo Utara untuk sama-sama mengucap syukur karena persoalan tapal batas boleh selesai dengan baik dan apa yang menjadi wilayah Gorontalo Utara tetap utuh. (abk/adv/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar