Sabtu, 22 Februari 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polisi Bekuk Dua Orang Pelaku Penembakan Panah Wayer

Oleh Mufakris Goma , dalam Metropolis , pada Selasa, 11 Februari 2020 Tag: , ,
  Dua orang (pakai topeng) terduga pelaku utama penembakan panah wayer di Kelurahan Limba U I berhasil dibekuk Tim Alap-Alap Satreskrim Polres Gorontalo Kota. (Foto Zulkifli Polimengo/Hargo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Hanya dalam kurun waktu satu hari, dua orang terduga pelaku utama penembakan panah wayer yang terjadi di Kelurahan Limba U I, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo pada Ahad (09/02/2020), akhirnya dibekuk Tim Alap-Alap Sat Reskrim Polres Gorontalo Kota.

Kedua orang terduga pelaku penembakan panah wayer tersebut masing-masing berinisial Stenli (19) dan Viktor (17), berhasil dibekuk Tim Alap-Alap Satreskrim Polres Gorontalo Kota pada Senin (10/02/2020).

Selain kedua pelaku, polisi juga turut mengamankan barang bukti 10 anak panah atau busur, sebuah pelontar anak panah, sebilah pedang, sebilah badik, serta sebuah topeng dan jacket dari pelaku yang digunakan saat melakukan aksinya.

BACA  Pemasok Cap Tikus Terus Bidik Gorontalo, Ini Buktinya

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Desmont Harjendro Agitson Putra, SIK, MT menerangkan, keduanya diringkus atas keterlibatan penembakan panah wayer yang rerjadi di Kelurahan Limba U I, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

“Dari hasil penyidikan, pelaku berinisial Stenli merupakan eksekutor utama yang menembakkan panah wayer tersebut. Sementara Victor bertindak sebagai pengemudi sepeda motor yang memboncengi pelaku Stenli,” terang AKBP Desmont Harjendro Agitson Putra,SIK,MT.

BACA  Suami BCL Meninggal Dunia

Lanjut katanya, sesuai pengakuan dari pelaku, aksi penembakan panah wayer itu dilakukan atas latar belakang motif balas dendam.

“Pelaku Stenli mengaku, dirinya tidak terima rekannya diganggu oleh kelompok pemuda yang berada di Kelurahan Limba U I tersebut. Sehingga dirinya berniat untuk melakukan pembalasan,” jelas Kapolres Gorontalo Kota.

Ditambahkan, peristiwa penembakan itu berawal dari sekelompok orang yang tidak dikenal yang berasal dari wilayah Kelurahan Tenda, mengendarai kenderaan roda dua menuju ke wilayah Kelurahan Limba U I.

BACA  Satu Unit Rumah di Perumahan Altira Permai Telaga Terbakar

“Saat kelompok pemuda tersebut melintas di Limba U I, mereka melihat kelompok pemuda lainnya yang sedang duduk, dan disaat itulah pelaku langsung menembakan panah wayer ke arah warga yang sedang duduk tersebut, hingga mengenai bagian leher korban,” tambah AKBP Desmont Harjendro Agitson Putra, SIK, MT.

Jika terbukti bersalah para pelaku ini akan dijerat dengan Undang-Undang Darurat, Pasal 2 dengan hukuman kurungan penjara maksimal10 Tahun, serta Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 5 Tahun kurungan penjara. (zul/hg)