Selasa, 13 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polisi Berhasil Gagalkan Penyeludupan 270 Captikus

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Selasa, 8 Agustus 2017 | 10:39 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Kendati sering kali digagalkan. Upaya penyelundupan minuman keras (miras) melalui Gorontalo tak juga kunjung surut. Buktinya, Ahad (6/8) malam pukul 22.00 wita, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Gorontalo bersama Kepolisian Perairan (Polair) Polda Gorontalo berhasil mengamankan 270 liter miras.

Ratusan liter miras jenis captikus itu disita di lokasi pelabuhan penyebrangan Gorontalo.
Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, pengungkapan upaya penyelundupan miras bermula ketika petugas mencurigai sebuah truk DB 8535 AR berwarna putih hijau yang memuat tumpukan barang sangat tinggi.

Kepolisian Polairud Polda Gorontalo segera berkoordinasi dengan Polsek KPG (Kawasan Pelabuhan Gorontalo) untuk melakukan penyelidikan. Mobil truk bermuatan full itu dicegat sebelum masuk ke dalam kapal feri.

BACA  Pohon Tumbang Menimpa Satu Unit Mobil, Kondisinya Rusak Parah

Rencananya truk akan menuju pelabuhan Pagimana, Luwuk, Sulawesi Tengah. Sopir truk RD sempat mengelabui petugas dengan mengaku isi dari truk yang dibawanya itu hanya berisi mie instan yang akan dibawa ke Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai Sulawesi tengah.

Polisipun kemudian langsung melakukan pemeriksaan terhadap isi dari truk. Hasilnya, Polisi menemukan ratusan liter minuman keras jenis cap tikus yang diisi dalam kantung platik. Ratusan liter miras asal Sulawesi Utara ini ditumpuk di bawa dus mie instant.

Saat ini polisi telah mengamankan RD bersama mobil truk berisi miras ini di Polsek KPG Kota Gorontalo untuk diproses. Bintara Unit Penyidik Polsek KPG Brigadir I Gusti Lanang Adyana saat dikonfirmasi Gorontao Post mengatakan, untuk sementara RD ditahan polisi dengan status kurir.

BACA  Polres Gorontalo Amankan Tiga Orang Terduga Terkait Narkoba

Karena menurut pengakuan RD kepada polisi, ia memang mengetahui pasti isi dari truk yang dibawanya itu. “RD dibayar dengan upah Rp 800.000 untuk meloloskan miras itu hingga ke wilayah Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah,” tandasnya.

Terpisah, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Limboto menyerahkan 2.030 botol ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Limboto, Senin (7/8). Penyerahan itu dilakukan setelah dilakukan persidangan di PN Limboto.

BACA  Pasangan Pemeran Konten Asusila di Bogor Mengaku Dapat Untung Rp 19,5 Juta

Selanjutnya ribuan botol miras tersebut tinggal menunggu waktu untuk dimusnahkan.a
Kepala Bidang Penegakan Perda Dinas Satpol PP Limboto Hasan mengatakan, barang bukti 2.030 botol miras terebut diperoleh dari hasil penertiban di beberapa wilayah di kabupaten Gorontalo.
“Kami melakukan penertiban miras ini karena sesuai perda Kabupaten gorontalo, yang melarang semua bentuk miras harus diamankan,” ujar Hasan.

Dirinya juga menambahkan utuk penjualan miras yang berkadar alkohol rendah itu harus memiliki izin terlebih dahulu.

“Kalau untuk bir, hanya bisa diperjualbelikan di tempat hiburan, resto, namun dalam bentuk eceran. Untuk kios-kios harus memiliki izin tersendiri,” tutup Hasan.(tr-45/hg)


Komentar