Rabu, 18 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polisi Dalami Otak Demo Boalemo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 19 Januari 2017 | 19:02 Tag: ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Penetapan dua tersangka kasus perusakan kantor DPRD Boalemo saat aksi unjuk rasa awal pekan ini, tak menjadi alasan polisi berhenti melakukan pengembangan kasus. Polda Gorontalo yang menangani kasus ini, sedang mendalami otak yang menggerakkan pengunjuk rasa untuk berbuat anarkis saat melakukan aksi demo.

Hal itu disampaikan Kapolda Gorontalo Brigjend Pol Drs Rachmad Fudail, MH melalui Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Ary Donny Setiawan kepada Gorontalo Post, kemarin (18/1).

AKBP Ary Donny mengungkapkan, pihaknya masih terus mendalami kasus demo rusuh di Boalemo. “Tentu kita selidiki siapa aktor dibalik kericuhan di Boalemo kemarin. Makanya dua tersangka yang diduga koordinator aksi unjuk rasa juga sudah kami tahan dan ditetapkan tersangka,” ujarnya.

Ary Donny juga menambahkan, pihaknya masih akan memanggil sejumlah nama yang diduga ikut terlibat dalam persoalan ini.

“Kami sudah mengantongi sejumlah nama sesuai dengan rekaman audio visual saat kericuhan dan perusakan yang terjadi di Boalemo,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa Boalemo Taufik Buhungo menyesalkan kericuhan yang terjadi saat demo di kantor DPRD Boalemo Senin (16/1). Pasalnya, kericuhan terjadi akibat aksi represif dari aparat kepolisian yang memicu kemarahan massa aksi.

“Kejadian kemarin itu juga karena tindakan pihak kepolisian yang terlalu represif menurut massa aksi. Makanya teman-teman kemudian terpancing dan melakukan penyerangan,” ujarnya.

Selain itu, Taufik juga membantah bahwa yang menjadi korban bentrokan hanya dari pihak kepolisian. Karena menurutnya ada sejumlah warga yang juga ikut menjadi korban aksi represif petugas kepolisian saat terjadi kericuhan.

(Visited 8 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar