Jumat, 23 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polisi dan TNI Jadi Korban, Kapolres Ancam Tembak Mati Begal

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Jumat, 12 Januari 2018 | 09:55 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – Polres Indramayu bakal menindak tegas para begal pantura dengan cara tembak mati. Tindakan tersebut terpaksa dilakukan karena aksi penjahat tersebut menimbulkan keresahan dan ketakutan di masyarakat.

Dalam aksinya para pelaku pembegalan terkenal sadis. Pelaku tak segan segan menganiaya dan melukai korbannya dengan senjata tajam. Dari setiap kejadian pembegalan, rata-rata korban dianiaya dan dibacok.

Belum lama ini, aksi begal menimpa salah satu anggota kami (Polri) dan anggota Paskhas TNI AU. Korban dibegal di tengah jalan dan dirampas motornya. Bahkan anggota TNI AU tersebut dibacok oleh pelaku, karena melakukan perlawanan.

BACA  Dukung Perjuangan Rakyat, Sukarelawan Jokowi Minta UU Cipta Kerja Dibatalkan

“Kerap terjadinya kasus pencurian dengan kekerasan (pembegalan), membuat kami terpaksa akan melakukan tindakan yang lebih tegas lagi, yaitu menembak mati pelakunya. Namun, tindakan tegas tersebut harus sesuai dengan SOP,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Arif, Polres Indramayu mencanangkan program Indramayu bebas begal pada 2018. Saat ini, Polres Indramayu telah membentuk tim khusus penanganan begal yang diberi nama Garda Wiralodra. Tim ini akan melakukan tugas selayaknya reserse yakni penyelidikan dan penangkapan.

BACA  Proyek Jalan Pilolalenga - Biluhu Ditargetkan Selesai Akhir Tahun

Tim akan bekerja selama 24 jam dalam seminggunya. Anggota di Polsek-polsek juga akan dilibatkan, terutama Polsek yang wilayahnya rawan aksi kejahatan pembegalan. Mereka dilibatkan, untuk merespons lebih cepat. Kami sudah memetakan titik-titik rawan aksi pembegalan.

“Untuk wilayah yang dianggap rawan, di antaranya Krangkeng, serta jalur pantura, seperti Widasari dan Kandanghaur,” paparnya kepada Radar Indramayu (Jawa Pos Group).

(yuz/jpg/JPC)


Komentar